“JADILAH LILIN – LILIN KECIL”

Pertemuan rutin komunitas ME bulan ini diadakan pada hari Selasa, 7 Agustus 2018 di Ruang Thomas Aquinas Paroki Katedral, dengan tema “Jadilah Lilin – Lilin Kecil” oleh pasutri Budhi-Rita.

Pertemuan ME-Pasutri Budhi-Rita.jpgPara pasutri yang datang langsung disambut oleh pasutri lain dan dipersilahkan menikmati santap malam yang sungguh lezat dan sudah dipersiapkan oleh pasutri Piet -In.

Kurang lebih pukul 19.30 WIB, pasutri Budhi-Rita memulai acara dengan mengajak seluruh pasutri dan pasijen yang hadir untuk menyanyikan lagu “Tuhan Inilah Hidupku” dan dilanjutkan doa pembukaan oleh pasutri Nur-Wiwin.

pertemuan ME Agustus-10Pertemuan rutin kali ini mengajak para pasutri ME untuk dapat menjadi terang bagi dunia.

pertemuan ME Agustus-9

pertemuan ME Agustus-5

pertemuan ME Agustus-7

pertemuan ME Agustus-4

pertemuan ME Agustus-6

Pada awal presentasinya pasutri Budhi-Rita mengungkapkan perasaan positifnya (BPS) betapa senang dan gembiranya bisa hadir dan sharing dalam pertemuan rutin malam itu.

Tujuan dari presentasi ini adalah penyadaran bahwa pasutri adalah lambang kesempurnaan dari dua unsur yang berbeda dan tidak dapat dipisahkan. Disadari atau tidak kita mempunyai “lilin” (baca: terang Roh Kudus).

pertemuan ME Agustus-3

Setelah itu, pasutri Budhi-Rita mengajak semua yang hadir untuk mencermati tayangan sebuah lilin yang menyala. Lilin menyala tanpa berkedip. Dalam narasinya, pasutri Budhi-Rita mengatakan bahwa tiap bagian dari lilin itu sungguh penuh arti. Lilin terdiri dari dua bagian utama, yaitu sumbu dan malam. Seperti halnya suami dan istri bersatu menjadi sejoli, keduanya bersama sama mencapai tujuan yaitu menerangi sekitarnya. Itulah juga tujuan dari Pencipta (Tuhan).

Setelah itu, disampaikan bahwa kita bisa belajar dari perbedaan sumbu dan batang (dari bahan parafin). Sumbu dan batang (parafin) adalah sesuatu yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan. Sumbu tanpa batang parafin apalah artinya. Juga sebaliknya, tanpa nyala tidak ada kehangatan. Lilin menjadi tanpa arti atau tak berguna, tanpa nyala tidak ada cahaya, juga tidak ada keindahan. Bila sebuah lilin persentase parafinnya terlalu banyak dibanding sumbunya, maka nyalanya akan melemah, namun bila sumbunya terlalu panjang bagian parafinnya yang akan menghitam, dan juga cepat habis. Oleh karena itu, kesatuan tujuan akan membuat nyala lilin semakin menguat, sinarnya terang, merata dan lilin menjadi tahan lama.

pertemuan ME Agustus-2

pertemuan ME Agustus-1

Kita semua diajak untuk menghormati perbedaan satu sama lain. Bila kita melakukannya, maka cinta anda akan semakin berkembang dan dapat dirasakan keluarga dan masyarakat sekitar. Perbedaan bukanlah halangan namun justru menjadikan berkat untuk menerangi orang di sekitar kita atau masyarakat.

Sebagai suami istri, kita dipanggil untuk bersinergi seperti parafin dan sumbu yang seimbang. Perbedaan pasutri harus menjadi sinergi, perbedaan itu ternyata melengkapi kita.

Dalam kehidupan rumah tangga, kita menjumpai, melihat dan merasakan banyak sekali perbedaan, seperti pendidikan, polah tingkah laku, keinginan, perasaan perasaan dan lain-lain. Namun perbedaan di dalam hidup berkeluarga harus disinergikan agar dapat memperkuat keluarga itu, juga bagi orang lain. Bukan malah menjadi perpecahan atau perceraian. Suami dan istri harus terus berjuang untuk menyinergikan perbedaan-perbedaan yang ada sehingga keluarga itu semakin utuh dan kuat, juga tahan terhadap goncangan.

Seperti dalam kutipan kitab suci dari Injil Matius 5 : 14, 16. “Kamu adalah terang dunia. Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan baik dan memuliakan BapaMu yang di surga”.

Semua yang hadir diminta untuk menyanyi, dan juga merenungkan lagu “Lilin-Lilin Kecil”.

pertemuan ME Agustus

Bagaimana kita menyalakan lilin dalam hati kita? Ada cuplikan dari sebuah film ketika Yesus menumpangkan tangan-Nya ke atas kepala 12 rasul yang dipilih dan diutus-Nya. Ada Santo Matius, Lukas, Yohanes. Tetapi Yesus juga memilih Yudas Iskariot yang akan mengkhianati-Nya. Yesus memilih 12 rasul dengan berbagai macam perbedaan. Gereja Katolik mewarisi perutusan Yesus.

Gereja adalah kita. Kita adalah bagian dari gereja. Komunitas ME adalah bagian sekaligus mitra gereja. Orang-orang ME didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan gereja, di lingkungan, bisa menjadi prodiakon, ketua lingkungan. Keterlibatan itu wujud dari kita untuk menghidupi gereja.

Sakramen perkawinan dan imamat juga harus diperjuangkan bersama-sama. Walaupun berbeda panggilan, namun para pasutri dan para pastor harus saling menjaga dan saling menguatkan. Inilah bentuk sinergi yang bisa kita lakukan dan terus diupayakan dalam Gereja kita. Inilah perwujudan lilin kita bagi sesama dan gereja, “kamu adalah terang dunia”.

Kesimpulan dari presentasi ini :
1. Tuhan menciptakan kita berbeda karena punya maksud untuk saling menyempurnakan.
2. Kita dipanggil untuk menjadi terang dunia, maka nyalakanlah lilin kita yang padam. Api itu adalah Roh Tuhan sendiri.
3. Kita diajak untuk selalu menyadari akan panggilan untuk melayani sesama.

Setelah selesai presentasi. Semua peserta masuk dalam kelompok sharing, terbagi dalam 3 kelompok sharing. Pertanyaan kelompok sharing :

  • Dalam bidang apa bahwa perbedaan kita berdampak positif?
  • Apa yang harus kulakukan dengan panggilan kita untuk tetap menjadi terang seperti lilin?

Sharing yang dimulai pukul 20.15 berakhir pada pukul 21.00. Semua berkumpul kembali. Lalu pasutri Budi-Rita membagikan lilin kepada masing-masing pasutri untuk dinyalakan. Lalu lampu ruangan dimatikan dan kami menyanyikan lagu “Go Light Your World – Kathy Troccoli.

Ada lilin di setiap jiwa
(There is a candle in every soul).

Sebagian cerah terbakar, sebagian gelap dan dingin
(Some brightly burning, some dark and cold).

Ada Roh yang membawa api
(There is a Spirit who brings fire).

Menyalakan lilin dan membuat rumahNya
(Ignites a candle and makes His home).

Bawalah lilin Anda, lari ke kegelapan
(Carry your candle, run to the darkness).

Carilah yang putus asa, bingung dan yang terkoyak
(Seek out the hopeless, confused and torn).

Pegang lilin anda agar semua orang melihatnya
(Hold out your candle for all to see it).

Ambil lilin anda, dan terangi dunia anda
(Take your candle, and go light your world).

Ambil lilin anda, dan terangi dunia anda
(Take your candle, and go light your world).

Saudara yang frustrasi, lihat bagaimana dia mencoba
(Frustrated brother, see how he’s tried to).

Nyalakan lilinnya sendiri dengan cara lain
(Light his own candle some other way).

Lihat sekarang adikmu, dia telah dirampok dan dibohongi
(See now your sister, she’s been robbed and lied to).

Masih memegang lilin tanpa nyala api
(Still holds a candle without a flame).

Bawalah lilin anda, lari ke kegelapan
(Carry your candle, run to the darkness).

Carilah yang kesepian, yang lelah dan usang
(Seek out the lonely, the tired and worn).

Pegang lilin anda agar semua orang melihatnya
(Hold out your candle for all to see it).

Ambil lilin anda, dan terangi dunia anda
(Take your candle, and go light your world).

Ambil lilin anda, dan terangi dunia anda
(Take your candle, and go light your world).

Kami adalah keluarga yang hatinya membara
(We are a family whose hearts are blazing).

Jadi mari kita angkat lilin kita dan nyalakan langit
(So let’s raise our candles and light up the sky).

Berdoa kepada Bapa kita, dalam nama Yesus
(Praying to our Father, in the name of Jesus).

Jadikan kami suar di saat-saat paling gelap
(Make us a beacon in darkest times).

Bawalah lilin anda, lari ke kegelapan
(Carry your candle, run to the darkness).

Carilah yang tak berdaya, tertipu dan miskin
(Seek out the helpless, deceived and poor).

Pegang lilin anda agar semua orang melihatnya
(Hold out your candle for all to see it).

Ambil lilin anda, dan terangi dunia anda
(Take your candle, and go light your world).

Bawalah lilin anda, lari ke kegelapan
(Carry your candle, run to the darkness).

Carilah yang putus asa, bingung dan yang terkoyak
(Seek out the hopeless, confused and torn).

Pegang lilin anda agar semua orang melihatnya
(Hold out your candle for all to see it).

Ambil lilin anda, dan terangi dunia anda
(Take your candle, and go light your world).

Ambil lilin anda, dan terangi dunia anda
(Take your candle, and go light your world).

Setelah itu menyanyikan lagu “Ada Dunia Baru”, lalu dilanjutkan doa penutup.

Pengumuman :
WE ME angkatan 146
Tanggal 7-9 September 2018
di Wisma OMI, Kaliori

Penulis :
Pasutri Feri-Titik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s