TELADANI MARIA DALAM WUJUDKAN VISI KESELAMATAN ALLAH (2)

Memuliakan Allah dan menguduskan jiwa-jiwa

Minggu, 22 Juli 2018. Fajar mulai menyingsing. peserta rekoleksi Legio Maria beranjak bangun. Udara masih terasa dingin, namun para legioner berkumpul di halaman Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan untuk mengadakan senam pagi bersama.

 

Setelah mandi dan sarapan, para legioner kembali melanjutkan proses rekoleksi, yakni sesi ke 3.  Para legioner merenungkan dan menyegarkan kembali pemahaman akan visi, misi dan tujuan Legio Maria.

Legio Maria adalah suatu Perkumpulan umat Katolik yang, dengan restu Gereja dan bimbingan kuat Maria Tak Bernoda, Pengantar segala Rahmat, telah menggabungkan diri ke dalam suatu laskar untuk bertempur dalam peperangan abadi antara Gereja melawan dunia dan kekuatan jahatnya. (Buku Pegangan bab 1, hlm. 9). Singkatnya, visi Legio Maria adalah perkumpulan umat katolik yang perjuangkan Kerajaan Allah.

Misinya memuliakan Allah sekaligus menguduskan anggota dan sesama lewat doa dan pelayanan, membina suara hati kristiani, membantu Uskup dan Pastor Paroki setempat dalam tugas kerasulan Gereja mewartakan Injil serta mengalahkan kejahatan demi memperluas Kerajaan Kristus.

Tujuan Legio Maria adalah kemuliaan Allah melalui pengudusan anggotanya yang dikembangkan dengan doa dan kerjasama aktif, di bawah bimbingan Gereja, dalam karya Maria dan Gereja untuk menghancurkan kepala ular dan meluaskan kerajaan Kristus.

Kesetiaan dan ketaatan

Selanjutnya, Romo Emil mengajak para legioner untuk menghidupkan KESETIAAN sebagai semangat dasar yang memperkuat persatuan. Kesetiaan anggota kepada presidium, kesetiaan presidium kepada kuria, dan seterusnya menurut urutan tingkat ke atas dalam kepemimpinan legioner sampai kesetiaan kepada Konsilium Legionis dan kepada pimpinan gereja.

Buah dari kesetiaan adalah KETAATAN. Bukti dari ketaatan adalah kesediaan untuk menerima keadaan, keputusan atau tugas yang tidak menyenangkan. Menerima segalanya dengan hati gembira, tulus, rela berkorban dan semangat kerendahan hati seperti Bunda Maria yang taat setia pada Yesus, Puteranya. Yesus pun memberi teladan mau taat pada IbuNya (“Ia tetap hidup dalam asuhan mereka” dan “bertambah hikmatNya” -Luk 2:51-52)

Secara konkrit para legioner diingatkan untuk setia menghadiri rapat-rapat legio, berdoa katena setiap hari, taat menjalankan tugas kerasulan yang diberikan (di bidang pastoral, kerasulan dan kemasyarakatan). Singkatnya, doa, rapat/sidang dan kerasulan tidak bisa dipisahkan dari Legio Maria.

Tugas-tugas itu harus disiapkan dengan baik, dilaksanakan dengan semangat kesetiaan, ketaatan dan kerendahan hati seturut teladan Maria, dan diakhiri dengan doa.

Kunjungan, pendekatan pribadi dengan hati dan doa berguna bagi penyelamatan jiwa-jiwa. Setiap jiwa legioner dan sesama sangatlah berharga bagi Legio Maria, maka perlu disapa, dikunjungi dan didoakan. Bila ada presidium yang kurang semangat juga perlu dikunjungi oleh legioner dari presidium lain dengan penugasan dari ketua presidiumnya atau Kuria. Presidium yang sehat dan semangat akan berbuah pada kesaksian hidup dan kerasulan yang baik di tengah gereja dan masyarakat.

 

Seluruh proses rekoleksi akhirnya dirangkum dan dipuncaki dalam perayaan syukur ekaristi yang dipimpin oleh Romo Emil. Setelah itu para legioner berfoto bersama dan makan siang. Kemudian para legioner kembali ke kota asalnya masing-masing.

Dalam perjalanan pulang, sebagian legioner dari Komisium Ratu Damai Keuskupan Purwokerto singgah di Taman Rohani Anggrunggondok (Taroanggro) Reco, Wonosobo Timur. Di situ para legioner bertemu dengan Rm Ag. Handoko MSC yang sedang membimbing retret persiapan kaul pertama para novis MSC. Seperti kita ketahui, Rm Handoko selama bertugas di Keuskupan Purwokerto pernah menjadi Pemimpin Rohani Komisium Ratu Damai.

 

Demikianlah oleh-oleh dari rekoleksi Legio Maria yang dapat kami bagikan. Semoga tulisan ini dapat menambah pemahaman, memperdalam iman dan kasih, serta memperkuat penghayatan hidup sebagai seorang legioner maupun umat pada umumnya. Berkat Tuhan, doa dan restu Bunda Maria menyertai kita semua. Ave Maria.

Penulis:

Mba Atiek
Anastasia Atiek Wibisono

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s