SILATURAHIM BERSAMA KELUARGA KARYAWAN PAROKI

Sabtu, 16 Juni 2018. Lebaran menjadi kesempatan yang tepat untuk menjalin tali silaturahmi (dari bahasa Arab, ‘sillah ar-rahim’ [Shillah]artinya hubungan rahim; tali kasih sayang. Jadi kata ˜silaturahimâ” ini merujuk pada hubungan kekeluargaan) antar keluarga, sahabat dan handai taulan. Momen ini pun tidak dilewatkan begitu saja oleh tim kerja Bina Karyawan Paroki St. Yoseph untuk mengunjungi keluarga karyawan. Di bawah koordinasi Bidang Harta Benda Keuangan Rumah Tangga (HBKRT), program kunjungan karyawan ini dilaksanakan di tahun ke 3 masa bakti kepengurusan DPP.

Pukul 09.30 WIB, Bp Lukas (Kabid HBKRT), bersama Bpk Kodrat Supadmo, Bpk Isranto, Bpk Swasno (Tim Kerja Bina Karyawan) didampingi Rm Kris berangkat dari halaman pastoran menuju ke desa Padamara, Purbalingga. Rumah keluarga Bpk Mulyadi, Satpam Paroki menjadi pilihan pertama kunjungan kali ini.

Lesehan di rumah kontrakan baru

Karena baru sekali ini kami mengunjungi rumah kontrakan barunya, Bpk Mulyadi menjadi penunjuk jalan dengan mengendarai sepeda motornya. Setelah menempuh perjalanan 11 km dalam waktu 20 menit, kami tiba di rumah kontrakan Pak Mul yang berada di dalam gang kecil, sekitar 100 meter dari kantor kecamatan Padamara. Ada halaman cukup luas di depan rumah permanen bercat kuning. Kedua anak Pak Mul, yakni Vita dan Abi menyambut kedatangan kami dan menyilahkan kami duduk lesehan. Hidangan kue dan minuman sudah tertata rapi di atas tikar. Tidak ada satu pun mebel di ruang tamu mereka.

Sambil lesehan kami langsung terlibat pembicaraan hangat dengan keluarga Pak Mul tentang kondisi mereka saat ini. Mereka hanya tinggal bertiga karena bu Mul sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Abi saat ini melanjutkan kuliah D1 di LPK Yos Sudarso Sokaraja, sedangkan Vita baru 2 bulan ini bekerja di sebuah Koperasi yang berada di Sokaraja. Sebelumnya Vita bekerja di salah satu perusahaan di Purbalingga, maka Pak Mul mencarikan kontrakan di Padamara agar dekat dengan tempat kerja anak perempuannya. Keluarga juga membagikan pengalaman hidup dan pilihan yang sedang dijalani serta harapan mereka.

Tak terasa satu jam telah kami habiskan dengan berbagi pengalaman keluarga Pak Mul. Pak Kodrat kemudian menyampaikan terima kasih dan memberikan peneguhan bagi keluarga Pak Mul. Sebelum pamit, tak lupa kami berdoa bersama dan memohon berkat Tuhan.

Berjualan nasi rames

Kami berlima kemudian melanjutkan perjalanan menuju desa Ledug, Kec Kembaran, Banyumas untuk mengunjungi rumah keluarga Bpk Sunardi. Di mulut gang, kami sempat berjabat tangan dan menghaturkan selamat hari raya Idul Fitri kepada sebuah keluarga tetangga.

Dengan hangat, keluarga Pak Nardi beserta istri, anak laki-laki satu-satunya beserta istri dan anaknya serta keponakan menyambut kedatangan kami. Mereka dalam keadaan sehat dan terlihat gembira dalam suasana Idul Fitri ini. Pak Nardi bercerita bahwa pada lebaran hari pertama keluarga Pak Nardi sudah sempat halal bi halal di Karangrau, Banyumas tempat asal Pak Nardi. Pada hari kedua lebaran ini, berada di rumah untuk menanti kedatangan kami.

Tak lama kemudian Bu Nardi menghidangkan soto hangat yang sedap, hasil racikannya sendiri. Rupanya Bu Nardi pandai memasak. Setiap harinya dia bangun sekitar pukul 02.00 dini hari untuk memasak karena dia berjualan nasi rames di mulut gang mulai jam 05.30 sampai 08.00 WIB. Berhubung sedang masa libur lebaran dan liburan sekolah, maka dia tidak berjualan. Sedangkan Heru, anak Pak Nardi sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Pak Nardi juga sempat menceritakan pengalamannya selama bekerja di bagian rumah tangga pastoran sejak tahun 1990. Statusnya sudah menjadi pegawai tetap dan mengikuti ketentuan kepegawaian di Keuskupan Purwokerto. Dia sempat dibaptis Katolik, meskipun istri dan anaknya tetap Muslim.

Mewakili tim kerja bina karyawan, Pak Kodrat menyampaikan harapan agar Pak Nardi tetap semangat dalam bekerja dan menjadi contoh yang baik bagi karyawan lain. Kami berdoa bersama untuk keluarga Pak Nardi, kemudian berpamitan.

Dinding dapur yang retak

Selanjutnya kami berkunjung ke rumah keluarga Bpk Kosim di daerah Teluk, Purwokerto Selatan. Pak Kosim beserta Istri, anak-anak dan menantunya sudah menanti kami. Diceritakan oleh Pak Kosim, anak putrinya sudah lulus SMK dan sedang menanti pengumuman SBMPTN (tepatnya 3 Juli nanti). Anak laki-laki bungsunya sudah selesai UAS dengan ranking 9 dan naik ke kelas 4. Di sela-sela obrolan tentang keadaan keluarga, kami disodori kupat tahu yang lezat.

Isteri Pak Kosim sempat kami tanya apakah Suaminya pernah menyampaikan keluhan terkait pekerjaannya di gereja paroki. Menurut isterinya, Pak Kosim kadang mengeluh badannya pegel-pegel ketika pekerjaan di gereja cukup banyak. Kami menanggapinya dengan bercanda, “Pak Kosim mau manja-manja sedikit supaya dipijit sama Ibu hehehe”.

Pak Kosim lalu menceritakan pengalamannya di bulan Ramadhan tahun ini dapat menjalankan ibadah puasa secara penuh meskipun banyak godaan yang harus dihadapi. Dia juga menyampaikan harapannya untuk boleh meminjam uang dari paroki untuk memperbaiki dinding dapur rumahnya yang retak karena pondasinya ambles. Mereka sudah menyiapkan material batu bata yang tampak tersusun rapi di halaman depan rumah. Pak Lukas menanggapinya dengan serius dan akan membicarakannya dengan DPP Harian. Setelah mendoakan keluarga Pak Kosim, kami menyempatkan diri untuk melihat kondisi dinding dapur mereka.

Sehat dan bahagia di masa tua

Kami melanjutkan kunjungan ke rumah keluarga Bpk Untung, koster gereja. Atas permintaan Pak Untung, kami diminta berkunjung ke rumah keluarga isterinya di daerah perumahan Teluk. Bila berkunjung ke rumah Pak Untung yang berada di dekat gereja paroki, kami hanya akan bertemu dengan Pak Untung dan isterinya saja. Sedangkan di Teluk, kami dapat bertemu dengan kedua mertua dan saudara-saudari istrinya yang sedang kumpul keluarga selama libur lebaran ini.

Turun dari mobil, kami disambut Ibu mertua Pak Untung yang langsung mengarahkan kami ke rumah anaknya yang berada di dalam kompleks perumahan. Rumah mertua Pak Untung sendiri terletak di luar perumahan, namun hanya dipisahkan oleh gang dan sungai kecil. Di dalam rumah saudaranya, ternyata memang ada adik dan kakak ipar beserta keponakan yang datang dari luar kota. Mereka kemudian memperkenalkan diri masing-masing.

Bapak Yohanes Karsono, mertua mas Untung kemudian bergabung pula dengan kami. Percakapan kemudian mengalir dengan lancar karena Bu Karsono sangat ceria dan suka bercerita. Sedangkan Pak Karsono lebih pendiam dan hanya berbicara ketika kami tanyakan sesuatu kepadanya. Dia lebih banyak mendengarkan dan tersenyum mendengarkan percakapan kami. Pensiunan ASN di lingkungan pemkab Banyumas ini masih sering bersepeda bila bepergian ke luar rumah. Istrinya lebih banyak berjalan kaki. Itu yang membuat mereka berdua sehat meski sudah berusia di atas 70 tahun.

Mbak Uji, istri Pak Untung yang bekerja di TK St. Yosep, kemudian menyajikan mie ayam. Karena sudah kenyang sekali, kami meminta piring kosong untuk mengurangi porsinya yang jumbo. Kopi hangat pun mesti kami minum, meskipun udara siang itu cukup panas. Setelah berjuang menghabiskan sajian itu, Pak Kodrat menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang baik dan kesetiaan melayani di paroki St. Yoseph.

Pak Untung kemudian menyampaikan kegembiraan dan terima kasihnya atas kunjungan dari DPP, khususnya tim kerja Bina Karyawan. Dia berharap kunjungan seperti ini tetap dipertahankan di tahun-tahun mendatang. Kemudian kami berdoa bersama  dan memohon berkat Tuhan bagi keluarga Pak Yohanes Karsono.

Peningkatan kinerja karyawan

Begitulah sekelumit pengalaman yang dapat kami bagikan dalam kegiatan kunjungan ke keluarga karyawan. Kunjungan ini memang membuat tali silaturahim atau hubungan kekeluargaan antara karyawan dan DPP tetap terjalin. Di samping itu tim kerja Bina Karyawan dapat mengetahui secara langsung keadaan terkini keluarga karyawan. Kami mendengarkan sharing pengalaman mereka tentang anak-anak, sekolah dan pekerjaan mereka, juga keadaan rumah serta harapan mereka.

Silaturahmi ini juga menjadi kesempatan untuk mengungkapkan terima kasih atas kesetiaan para karyawan dalam pengabdian dan kerjasama yang baik selama ini. Sebagai wujud terima kasih, kami memberikan bingkisan lebaran dan menginformasikan kenaikan gaji berkala mereka yang akan diberikan pada bulan Juli 2018 ini.

Sebenarnya masih ada 4 keluarga karyawan lain yang tidak dapat kami kunjungi karena ada acara keluarga di luar kota. Selain itu, ada seorang karyawan laki-laki yang masih single dan tinggal di kompleks pastoran, keluarganya tinggal di Boro, Kulonprogo. Meskipun demikian silaturahim bersama 4 keluarga karyawan di hari raya Idul Fitri ini dapat menjadi pendorong bagi peningkatan kinerja para karyawan, maupun menjadi bahan evaluasi bagi tim kerja dalam membina karyawan.

Penulis:

Kabid HBKRT dan Tim Kerja Bina Karyawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s