ARTI SEBUAH PERNIKAHAN

Kalau diminta menasihati teman yang masih single, nasihatnya begini : bila menikah dengan tujuan “supaya saya bisa bahagia,” lebih baik tidak usah menikah. Kalau seseorang tidak bahagia ketika single, jangan terlalu berharap ia akan bahagia ketika menikah. Menurut Gabrielle (seorang petenis wanita ternama), bukan tugasnya untuk membuat suaminya bahagia, dan bukan tugas suaminya untuk membuatnya bahagia, itu tidak realistis. Banyak orang menikah berpikir bahwa pernikahan adalah sebuah kotak yang penuh hadiah-hadiah indah yang mereka inginkan: romantisme, persahabatan, keintiman, dll. Tetapi sebenarnya, pernikahan mirip sebuah kotak yang kosong, Anda harus menaruh sesuatu di sana sebelum Anda bisa mengambil sesuatu dari kotak itu. Tidak ada persahabatan dalam pernikahan, kalau Anda tidak menaruhnya di dalam kotak itu. Tidak ada romantisme dalam kotak, kalau Anda tidak memulainya. Tidak ada cinta yang penuh pengorbanan kalau bukan Anda yang menaruhnya terlebih dahulu. Kalau Anda mengambil lebih dari yang Anda taruh, maka kotak akan kosong.

Pernikahan itu mahal, bukan karena membayar cincin dan pesta pernikahan, tetapi karena harga yang harus dibayar adalah diri Anda sendiri, kenyamanan Anda, ego Anda, hak-hak Anda, dll. Anda harus mengampuni ketika dilukai. Melayani ketika kelelahan. Menebar kasih ketika sebenarnya ingin marah. Mendengarkan ketika sebenarnya ingin tidur.

PERNIKAHAN ADALAH TENTANG MEMBERI DAN BERKORBAN.

Kalau Anda menikah dengan tujuan untuk membahagiakan diri, maka dijamin Anda akan kecewa. Tetapi ketika Anda berani berkorban, maka Anda akan menuai cinta sejati dan hubungan yang berarti.

PERNIKAHAN MENGAJARKAN TENTANG “TIDAK MEMENTINGKAN DIRI”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hakekat Perkawinan Katolik

Perkawinan pada hakikatnya adalah persekutuan hidup antara pria dan wanita, atau dasar saling mencintai untuk membentuk hidup bersama secara tetap dan memiliki tujuan yang sama, yaitu saling membahagiakan.

Sifat-sifat perkawinan Katolik :

  • Unitas, artinya kesatuan antara seorang pria dan seorang wanita menurut relasi cinta yang eksklusif.
  • Indissolubilitas, tak terceraikan, artinya ikatan perkawinan hanya diputuskan oleh kematian salah satu pasangan atau keduanya.
  • Sakramental, artinya sakramentalitas perkawinan dimulai sejak terjadinya perjanjian antara dua orang dibaptis yang melangsungkan perkawinan

PPHB Sanyos bulan Mei 2018 diadakan pada tanggal 25 – 27 dengan diikuti oleh 31 peserta (15,5 pasang). Secara rutin kegiatan PPHB menggunakan ruang Santa Anna. Dengan banyaknya kegiatan di Paroki Sanyos pada hari Minggu pagi setelah misa, sempat diwacanakan kegiatan PPHB pada hari Minggu paginya berpindah ruang, namun dengan mempertimbangkan beberapa hal pada akhirnya kegiatan tetap berlangsung di ruang Santa Anna.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sesi Hakikat Perkawinan Katolik yang dibawakan oleh Bu Wiwin, dijelaskan beberapa tahapan pasangan yang menikah :

  • Romantic Love, adalah saat anda dan pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu.
  • Dissapointment or Distress, pasangan akan mengalami situsi dimana pasangan kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangnya, berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya.
  • Knowledge and Awareness, tahap dimana pasangan mulai lebih memahami bagaimana posisi diri sendiri dan pasangannya. Dengan komitmen yang tinggi untuk terus mempertahankan perkawinan, pasangan akan senang untuk meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan konsultasi perkawinan.
  • Transformation, pasangan akan mencoba tingkah laku yang berkenan dihati pasangannya. Anda akan membuktikan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi pasangan anda.
  • Real Love, tahapan dimana pasangan (berdua) dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan dan bahagia dengan pasangan. Suami istri akan semakin menghayati cinta kasih pasangannya.

Kesehatan Keluarga ala dr. Maria A.L.E., TOC.

Materi Kesehatan Keluarga pada PPHB kali ini dibawakan oleh dr. Maria Agnes Liesy Elizabeth, TOC., pada hari Minggu pagi. Para calon Pasutri sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan Ibu dokter.

Pada kesempatan itu dr. Maria menjelaskan beberapa hal seperti :

  • Dimensi kehidupan sexual
  • Alat reproduksi wanita dan pria
  • Masa ovulasi pada wanita
  • Kelainan-kelainan dalam hubungan sexual
  • Penyakit-penyakit kelamin pada wanita dan pria
  • Halangan menikah dalam gereja Katolik dari sisi kesehatan.

Dr. Maria menjelaskan materi Kesehatan Keluarga dengan sersan (serius santai). Dengan bahasa tubuh dan gaya bahasa yang lugas, dr. Maria sesekali mengeluarkan candaannya (namun masih tetap dalam koridor materi), membuat para calon Pasutri banyak yang tidak ragu untuk bertanya urusan Kesehatan Keluarga pada sesi tanya jawab.

Kasih Kristus Sebagai Dasar Dalam Hidup Berkeluarga

Gereja menyadari bahwa Pendampingan Persiapan Hidup Berkeluarga (PPHB) merupakan sebuah kegiatan/langkah awal untuk memberikan masukan, pemahaman dan pendampingan bagi umat yang melangsungkan perkawinan secara Katolik. Peran umat (pasutri) dalam membangun komunikasi antar pasangan harus terus dilakukan, penghayatan iman katolik dalam keluarga harus terus dijaga dan ditingkatkan. Gereja juga terus berusaha memberikan pendampingan-pendampingan kepada para Pasutri, bentuknya bermacam-macam seperti homili, kegiatan kelompok-kelompok kategorial, ajakan keterlibatan untuk melayani dalam karya yang nyata. Dan semua itu diperlukan adanya kemauan, pengorbanan dan kasih.

Penulis

candra-priljanto

Candra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s