KADO TERINDAH DARI BUNDA MARIA

Masih teringat jelas saat bulan Desember tahun 2014 di mana pernikahan kami sudah 1 tahun umurnya, kami belum dikaruniai seorang anak. Sejak beberapa bulan terakhir saya sering terlambat datang bulan, pernah mencoba testpack, barangkali saya hamil tetapi hasilnya negatif. Lalu bulan berikutnya terlambat juga, tetapi saya tidak mau testpack lagi karena sudah putus asa rasanya.

Sampai suatu ketika kami berdua pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kenapa saya sering terlambat datang bulan, pada saat itu dokter memeriksa dengan USG, dan dokter bilang kalau telur-telur saya kecil semua. Lalu dokter menyuruh saya untuk tes laboratorium lengkap dan HSG, juga suami melakukan tes laboratorium tentang kesuburannya.

Setelah 1 minggu lebih saya kembali ke dokter untuk dibacakan hasil pemeriksaan laboratorium saya dan suami. Hasil laboratorium saya tidak begitu jelek dan hasil HSG bagus, sedangkan suami saya agak sedikit bermasalah dengan spermanya. Menurut dokter kami, hanya mukjizat bagi kami untuk bisa memiliki anak dalam waktu dekat, bisa juga tahun depan bahkan lama sampai bertahun-tahun. Dokter menganjurkan kami menjalani inseminasi, semacam bayi tabung dan memberi surat pengantar.

Pada saat itu saya ingin menuju tempat inseminasi untuk bertanya-tanya tetapi suami bilang “tenang saja, aku yakin Tuhan punya rencana indah. Bersabarlah saja”. Ya sudah, saya berusaha sabar meski perkataan dokter tadi membuat saya merasa sedih. Akhirnya saya memutuskan untuk hidup lebih sehat saja.

Pieta-Gereja-Katedral-300x200.jpgBulan Januari 2015 saya ke Gereja Katedral Jakarta karena pada saat itu saya tinggal di sana. Seperti biasa, setiap minggu saya ikut misa di sana dan selalu menyempatkan berdoa di patung Bunda Maria yang sedang memangku Yesus, tepatnya di belakang tempat duduk umat, dekat pintu masuk utama.

Pada saat itu doa saya selain untuk pekerjaan, juga doa tentang ulang tahun saya yang jatuh pada bulan Maret. Doa saya “Bunda dan Tuhan sebentar lagi saya berumur 29 tahun pada bulan maret besok, jika Bunda dan Tuhan mengijinkan, saya tidak ingin kado macam-macam, saya cuma ingin hamil, punya anak di tahun ini, tapi jika Bunda dan Tuhan belum mengijinkan, saya tidak apa-apa.”

Dan singkat cerita Bunda dan Tuhan mengabulkan doa saya. Tepatnya setelah bulan Januari datang bulan saya normal kembali. Tetapi di bulan Februari kembali bermasalah. Begitulah, awalnya saya kira bermasalah. Ternyata setelah saya berusaha bersabar hingga menunggu 10 hari, lalu mencoba testpack kembali, tanpa disangka-sangka ternyata saya positif hamil. Kaget dan shock saat itu, pasti. Sampai pada akhirnya bulan Oktober 2015 lahir ke dunia putra pertama kami, yang kami beri nama Mikhael.

img-20180530-wa00421395041094.jpgDari bulan ke bulan dan tahun ke tahun Mikhael tumbuh menjadi anak cerdas. Pada suatu ketika saya ajak Mikhael ke Gereja di Banjarnegara tempat mertua saya tinggal. Di situlah menurut saya ada keterkaitan anak saya dengan Bunda Maria. Setiap kali kami ke Gereja, saat Mikhael bermain-main di sana, dia selalu ke Gua Maria yang ada di sana. Mikhael duduk sambil melihat Bunda Maria atau dia lebih memilih duduk di bawah kaki Bunda Maria yang berada di belakang tempat duduk umat, sampai membuat beberapa umat Gereja heran, kenapa anak ini suka sekali ke patung Bunda Maria. Bagi saya Mikhael adalah kado terindah dari Bunda Maria.

Semoga kisah ini dapat menjadi berkat sukacita bagi kita semua, dan semakin menguatkan iman kita. Tiada yang mustahil di dunia ini, selama kita mau bersabar dan berserah diri pada-Nya.

Berkah Dalem 🙏😊

Penulis:

Eva (Paroki Santo Yoseph Purwokerto)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s