Menjadi Komunitas St. Monika Yang Solider

Kegiatan St Monika yang berciri 7 B

Minggu, 11 Maret 2018, Ibu-ibu Santa Monika Paroki St. Yoseph mengadakan rekoleksi di rumah keluarga Ibu Yetty (perumahan Griya Satria Mandala Tama, Purwokerto). Tepat pukul 10.00 WIB, Bu Sarmoko memimpin Ibu-ibu menyanyikan Hymne dan Mars Perhimpunan Warakawuri Katolik St. Monika. Setelah itu Ibu Siok Ham memimpin doa pembukaan.

Rekoleksi perdana di kelompok St Monika yang baru resmi terbentuk Oktober 2017 ini mengambil tema “Menjadi Komunitas St. Monika yang solider”. Tema ini selaras dengan tema APP Keuskupan Purwokerto 2018 (Menjadi Komunitas Yang Solider).

Rekoleksi St. Monika-5
Suasana rekoleksi Ibu-ibu St. Monika Paroki St Yoseph (11032018)

Pada bagian awal, romo Kristiadji MSC mengajak Ibu-ibu untuk mengingat dan merenungkan kembali berbagai pengalaman hidup sebagai seorang Ibu, pengalaman iman, pengalaman di tengah keluarga, dan juga kegiatan bersama dalam kelompok St. Monika. Fokusnya pada pengalaman solider, tepa selira, setia kawan,  atau bela rasa.

Diingatkan pula akan ciri 7 B yang dihayati Ibu-ibu St Monika paroki St. Yoseph, yaitu: Berkumpul, Bergembira, Berdoa, Berkunjung, Berziarah, Bersantap dan Berbagi. Dalam kenyataan hidup bersama, Ibu-Ibu berusaha untuk hadir, menemani atau mendampingi, berkunjung dan mendoakan, memberi dukungan, peneguhan dan bantuan bagi yang membutuhkan. Semua itu menjadi perwujudan dari kasih seperti tertera dalam syair Hymne St. Monika.

Belajar dari Yesus yang solider

Kepada Ibu-Ibu St. Monika diajukan pertanyaan reflektif: Mengapa kita mesti bersolider? Karena Yesus sudah memberi teladan solider, yakni mau mengalami semua pengalaman hidup manusia sejak lahir sampai wafat (kegembiraan, harapan, duka, godaan, kecemasan, penghinaan, difitnah, ditinggalkan, dll).

Semua itu pernah dialami Yesus dan dijalani dengan setia pada kehendak Bapa. Yesus selalu ingat akan tujuan hidupNya di dunia yakni menghadirkan kasih, damai, kelegaan, sukacita,  keadilan, dll (Kerajaan Allah).  Maka kita mau meneladan Yesus, dengan belajar solider dalam rangka menghadirkan Kerajaan Allah di tengah keluarga, gereja dan masyarakat.

Sebelum istirahat makan siang, Ibu-ibu menyanyikan lagu “Allah Peduli”. Makanan yang dibawa dan disiapkan Ibu-ibu pun dinikmati dengan lahap dan gembira.

Tepat pukul 12.00 Bu Yetty memimpin doa Malaikat Tuhan. Kemudian rekoleksi dilanjutkan dengan melihat beberapa cuplikan film tentang semangat dan tindakan solider dari Yesus.

Selanjutnya Ibu-ibu diberi beberapa pertanyaan refleksi seputar pengalaman dipedulikan Allah, pengalaman solider dengan sesama, berkat yang dialami, dan niat serta tindakan yang akan dilakukan.

Berbagi pengalaman dan saling mendoakan

Setelah refleksi pribadi, tibalah kesempatan untuk saling berbagi pengalaman. Ada yang mengalami kasih dan kepeduliaan Tuhan saat disembuhkan dari sakit, atau menemukan jalan keluar dari masalah. Ibu yang lain berbagi pengalaman sukacitanya saat bisa membantu teman yang anaknya hilang dan diketemukan. Juga pengalaman membantu teman yang sedang mengalami kesulitan dalam keluarga. Semua itu dialami sebagai suatu berkat dan campur tangan Tuhan sendiri. Sikap dan tindakan solider membuahkan kelegaan dan sukacita bagi yang memberi maupun yang menerima.

Di penghujung rekoleksi, Romo Kris mengajak Ibu-ibu membuat lingkaran sambil bergandengan tangan, lalu memimpin doa penutup. Setelah itu Ibu-ibu berhadapan berdua-dua dan secara bergantian saling mendoakan di dalam hati.

Akhirnya berkat Tuhan meneguhkan Ibu-ibu St. Monika untuk membangun komunitas yang solider. Tepat pukul 14.00 Ibu-ibu mengakhiri rekoleksi dengan menyanyi lagu Kemesraan dan berfoto bersama. *_*

Penulis:

Ibu Yetty
Ibu Yetty

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s