SELEBRASI DAN TRADISI IMLEK WARNAI UMAT SANYOS

Sudah menjadi kepercayaan masyarakat etnis Tionghoa bahwa hujan menjelang Tahun Baru Imlek akan membawa keberuntungan dan berkah yang terus mengalir di tahun yang baru. Banyak harapan dan doa dipanjatkan oleh mereka yang merayakan tradisi yang juga populer disebut Sinchia itu, mulai dari rezeki, kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan hingga kemakmuran. Harapan-harapan tadi pun berkaitan erat dengan perayaan Imlek itu sendiri, yang tiap aspeknya memiliki makna khusus. Perayaan Imlek di seluruh dunia bisa kita lihat/ditandai mulai dari dibunyikannya lonceng, petasan, pesta kembang api dan pertunjukan tarian barongsai, tentu saja tak ketinggalan pembagian angpao.

Saat tahun baru, warna merah memang menjadi warna selain emas yang paling mendominasi dekorasi setiap tempat, mulai dari lampion, hiasan naga, barongsai, angpau, hingga petasan, bahkan tak sedikit yang berpakaian cheongsam merah.

Tak heran, karena dalam tradisi masyarakat Tionghoa, merah identik dengan warna cerah dan lambang kebahagiaan. Bagi si pemakai, dengan berpakaian merah, mereka berharap di kehidupan mendatang akan mendapatkan masa depan yang cerah dan bahagia. Keluarga keturunan Tionghoa juga biasanya akan berkumpul dengan sanak saudara dan makan malam bersama di Malam Tahun Baru, serta membersihkan rumah mereka untuk mengusir bala atau sial. Mereka juga akan menghias rumah dengan pernak-pernik berwarna merah khas Imlek. Hidangan khas Imlek seperti kue keranjang, dan jeruk menjadi makanan wajib yang ada saat Imlek, menyalakan petasan dan kembang api sama pementasan seni barongsai juga identik dengan suasana tahun baru imlek. Tradisi yang satu ini memang tidak  asing yaitu bagi-bagi Angpao memang menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu saat perayaan Imlek.

IMG-20180221-WA0033

Tradisi semacam ini sangat terpancar terutama bagi umat paroki St. Yosep Purwokerto yang berketurunan Tionghoa, dengan adanya misa Imlek yang diadakan setiap menyambut datangnya tahun baru China ini. Susana berlangsung meriah, dengan ornamen nuansa merah menghiasi panti altar, misa yang di hunjukan oleh Rm Toro dan Rm Kristiadji (20 Feb ‘18 red) pun dipadati dengan banyaknya umat yang hadir. Setelah misa umat dimohon untuk berramah tamah sambil menikmati hidangan bakmi, rujak dan es krim.

Tradisi Unik Saat Imlek

Pergantian tahun dalam kalender China sering kali menjadi momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang pada umumnya, juga oleh umat Paroki St. Yosep pada khususnya. Berbicara tentang tahun baru Imlek atau tahun baru cina juga menjadi saat yang ditunggu oleh masyarakat keturunan Tionghoa.

Kata “Imlek” itu sendiri bukanlah nama dari perayaan tahun baru Tiongkok yang sebenarnya. Kata ini diambil dari Bahasa Hokien dan hanya diketahui dan digunakan oleh orang Indonesia. Di luar, perayaan ini lebih dikenal dengan nama Chinese New Year untuk orang-orang barat, sedangkan orang Tiongkok menamainya “Guo Nian” atau “Xin Jia” yang artinya lewati bulan atau bulan baru.

IMG-20180220-WA0043

Hari raya Imlek sendiri telah ada sejak 4000 tahun yang lalu dan seiring dengan berkembangnya zaman maka terbentuklah beberapa tradisi-tradisi yang akhirnya menjadi tradisi turun menurun dan wajib dijalani dalam setiap perayaan Imlek.

 

Writen by Albert

Albert postcard_3x4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s