PESERTA PPHB DIMINTA UNTUK BERPISAH [TAHUN KE – 2 PPHB SANYOS]

7Sudah setahun PPHB dilaksanakan di Paroki Sanyos Purwokerto. Selama itu juga PPHB di Sanyos terus mencoba membangun pola pendampingan yang selalu up to date terhadap perkembangan yang ada. Nilai – nilai positip terus dibangun dan dicapai, namun ada juga beberapa kekurangan yang kadang terjadi, seperti :

  • Beberapa peserta yang datang terlambat pada awal sesi.
  • Peserta yang tidak tahu bahwa PPHB sudah dimulai sejak hari Jumat sore.
  • Beberapa Pasangan Suami-Istri (pasutri) pendamping/pengampu materi yang terkadang datang terlambat
  • Ada juga Pasutri yang lupa datang untuk mendampingi/mengampu materi yang sudah dijadwalkan.

Segelintir kekurangan ini menjadi catatan PPHB Sanyos untuk terus mengevaluasi diri agar senantiasa mendampingi para calon pasutri sesuai dengan kehendak gereja dan ajaran Kristus.

Sharing tentang Ekonomi Rumah Tangga

PPHB tahun ke – 2, di awal tahun ini dilaksanakan pada hari Jumat – Minggu, 26 – 28 Januari 2018, dengan peserta 10 pasang calon Pasutri.

Para Peserta PPHB Sanyos Jan 2018
Para calon Pasutri berfoto bersama Pasutri Upik – Lauren, pengampu sesi “Penghayatan Iman Katolik dalam Keluarga” (26-28/01/2018/photo by Candra P.)

Sesi Ekonomi Rumah Tangga pada Minggu pagi yang diampu oleh Pasutri Yoyok – Anas, dibuka dengan meminta para peserta duduk tidak berpasangan / berpisah sementara. Wanita disisi sebelah kanan pengampu dan pria disisi sebelah kiri. Kemudian tiap-tiap peserta diminta untuk menuliskan  :

  • Isi dompet pasangan (jumlah uang yang dibawa)
  • Rencana yang akan dilakukan pertama kali setelah menikah.

Setelah ditulis pada secarik kertas para peserta diminta untuk kembali duduk berpasangan dan mencocokkan / mendiskusikan hasil tulisan tadi dengan pasangannya.

Kegiatan tersebut mengantarkan mereka ke inti materi Ekonomi Rumah Tangga seperti :

  1. Keterbukaan suami istri dalam membentuk keluarga yang mandiri, antara lain keterbukaan berapa gaji/penghasilan masing-masing.
  2. Membuat catatan pemasukan – pengeluaran serta menyusun anggaran dan menyeleksi kebutuhan
  3. Menabung dan tidak terjebak hutang/kredit. Menabung adalah “sengaja” menyisihkan penghasilan di awal bukan “sisa” dari kebutuhan dan konsumsi.

Menabung dan mencari sambilan

Pada masa di mana keuangan keluarga cukup, perlu direncanakan (dilaksanakan) untuk mengusahakan tambahan penghasilan dengan cara mencari pekerjaan tambahan / sambilan dengan mencoba dulu dari hobi atau pun keahlian tertentu yang dipunyainya. Sehingga tabungan bisa menjadi lebih siap untuk menghadapi kebutuhan di luar rencana.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pasutri Yoyok – Anas pada sesi itu juga menceritakan bagaimana membangun sebuah usaha/bisnis yang dirintis mulai dari nol. “Pasang surut sebuah usaha pasti terjadi, “ kata Pak Yoyok. “Komunikasi di antara pasangan sangat dibutuhkan untuk memompa motivasi khususnya pada saat kondisi bisnis sedang turun.”

Secara umum dapat disimpulkan bahwa materi Ekonomi Rumah Tangga bertujuan salah satunya mengajak para calon Pasutri untuk terus mengusahakan kesejahteraan keluarganya dengan selalu terbuka dan senantiasa berkomunikasi dengan pasangan dan tetap terus ber- Iman kepada Tuhan. *_*

Penulis:

candra-priljanto
Candra P.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s