BERBAGI KASIH DAN SUKACITA DALAM AKSI SOSIAL NATAL SANYOS 2017

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kerinduan untuk silaturahmi dan berbagi

Berawal dari sebuah kerinduan akan perjumpaan atau yang sering kita sebut dengan silaturahmi dan keinginan untuk berbuat sesuatu dari apa yang kita miliki kepada sesama kita yang benar-benar membutuhkan, muncullah suatu aksi sosial. Itulah yang menjadi motivasi awal bagi sekelompok orang yang tergabung dalam Panitia Natal Paroki Santo Yoseph Purwokerto.

Jadilah Aksi Sosial Natal, sebuah tindakan komunitas umat Katolik Paroki Santo Yoseph Purwokerto untuk membantu yang sakit, lemah dan membutuhkan agar dapat mengalami sukacita Natal. Aksi Sosial Natal merupakan aksi peduli sesama yang dilaksanakan sekitar masa natal. Aksi ini memiliki intentio dantis, artinya bahwa aksi atau tindakan itu dilaksanakan dengan suatu maksud, tujuan (intensi) dan terarah pada orang atau sekelompok orang yang menjadi sasaran dari aksi itu.

Dalam hal ini Panitia Natal 2017 menyusun beberapa agenda sosial yang menyentuh beberapa sasaran sebagai berikut :

  1. Kunjungan Orang Sakit dan Lansia di Lingkungan-lingkungan Paroki Santo Yoseph.
  2. Pengumpulan dan Pembagian Sembako untuk umat yang membutuhkan dan masyarakat dengan profesi tukang becak.
  3. Kunjungan Ke Panti Werdha Catur Nugraha Kaliori Banyumas.
  4. Kunjungan ke Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas.
  5. Kunjungan ke Lapas Kelas IIA Purwokerto.
  6. Pembagian nasi kotak untuk tunawisma di hari Natal.

Wujud kasih dan belarasa kepada kaum lemah

Kunjungan orang sakit dan lansia dimulai pada tanggal 25 bulan November sampai dengan 10 Desember 2017. Sungguh merupakan pengalaman yang sangat berharga, ketika kami yang terbagi dalam 5 tim berkunjung menjumpai keluarga-keluarga yang anggotanya sedang sakit atau ada yang sudah lansia. Kami tidak pernah menduga sebelumnya, bahwa kunjungan kami yang secara material tidak memberikan sesuatu yang mahal harganya, tapi justru dengan sapaan, ngobrol dan mendengarkan pengalaman mereka menjadi sebuah kenangan manis.  Betapa tidak, kami menjumpai beberapa opa dan oma yang sakit dan kesepian sampai kami tidak diperbolehkan pulang. Ini memberikan sebuah pencerahan, bahwa kita bisa melakukan apa saja dari yang kita punya, untuk berbuat sesuatu kepada mereka yang membutuhkan. Kasih itu secara nyata dapat diwujudkan dalam sikap belarasa atau murah hati kepada sesama tanpa diskriminasi, teristimewa kepada yang lemah, sakit, kesepian, tersingkir atau yang kekurangan.

Pengumpulan dan pembagian sembako juga menjadi agenda sosial yang rutin dilaksanakan setiap Natal. Dengan mengumpulkan sembako dari umat lingkungan yang mau dan mampu membantu untuk kegiatan sosial ini, kami mendapat bantuan dan support yang luar biasa dari umat. Sumbangan mengalir dan melimpah, membuat kami panitia cukup kewalahan mengatur dan mendistribusikannya. Puji Tuhan, luar biasa, kami bisa membantu umat di lingkungan–lingkungan sebanyak 300 paket sembako dan untuk profesi tukang becak sebanyak 250 paket.

Selain itu dari sumbangan umat ini kami masih bisa memberikan bantuan natura dan bingkisan personal untuk Panti Werdha, Panti Asuhan dan saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan sedang menjalani masa hukuman di lapas.

Berbagi kisah hidup dan sukacita

Pada hari Minggu, 17 Desember 2017 kami  mengunjungi Panti Werdha Catur Nugraha Kaliori dan Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas. Dalam kunjungan ini kami mengadakan acara yang dikemas dengan nuansa gembira, meriah dan sukacita yang sangat kental. Dengan oma dan opa kita berbagi pengalaman, cerita dan mendengarkan keluh kesah mereka, sambil tak lupa memberikan semangat dan motivasi melalui nyanyi dan sharing bersama. Ada juga dari tim kesehatan pemkab Banyumas bergabung dengan kami, memberikan penyuluhan kesehatan.

Sedangkan di Panti Asuhan Bunda Serayu, kami mengadakan acara yang  isinya bernyanyi, menonton video dengan cerita yang mendidik, gerak dan lagu, juga menggambar / mewarnai.

Tiga hari berselang, yaitu pada hari Rabu, 20 Desember 2017 kami mengunjungi saudara-saudara kita di Lapas kelas IIA Purwokerto. Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga tidak hanya bagi tim atau panitia Natal, tapi juga semua peserta yang ikut hadir saat itu. Ada puji-pujian dan ibadat, sharing pengalaman juga refleksi yang dikemas dalam bentuk pendalaman Iman Adven. Kami juga menghadirkan 10 orang pemandu yang memimpin ibadat pendalaman iman adven. Di situlah kami saling berbagi pengalaman dan berbelarasa satu sama lain, yang kemudian berujung pada memuliakan Yesus Sang Juru selamat kita dan membuat kami semakin rindu dalam menantikan kedatanganNya ke dunia.

Aksi Sosial Natal kami akhiri dengan membagi nasi kotak kepada tunawisma pada malam hari, setelah Misa Natal kedua. Semula kami merencanakan acara ini dalam bentuk makan bersama para tunawisma, tapi karena kendala waktu dan agenda kegiatan yang sangat padat maka kami baru bisa mengemasnya demikian. Tidak kami duga, ternyata kami cukup kesulitan mendapatkan tunawisma yang tidur di emperan-emperan toko dan sepanjang jalan Sudirman, Gatot Subroto, Alun-alun, dan jalan Gerilya sampai Karanglewas. Bahkan kami sudah mencoba ke daerah atau tempat yang biasa mereka berkumpul, ternyata jumlahnya jauh di bawah target sasaran kami. Mudah-mudahan ini merupakan indikator makin mengecilnya jumlah tunawisma dan makin sejahteranya kehidupan masyarakat di kota Purwokerto.

Membuat yang lemah lebih berdaya dan setara

Dari rangkaian kegiatan sosial Natal ini, kami mau merefleksikan diri dengan bertanya, “Mengapa yang lemah, miskin, kecil, tersingkir dan terasing perlu mendapatkan perhatian dari kita dan diistimewakan ?”

Mereka diistimewakan seperti anggota keluarga kita yang menderita yang harus lebih diperhatikan agar mereka akhirnya LEBIH BERDAYA dan berpartisipasi dalam hidup keluarga kita secara SETARA. Selama hidupNya, Yesus memberi contoh dalam mengistimewakan mereka yang lebih menderita itu agar mereka tidak merasa hina, tersingkir dan tak berdaya, tetapi tetap merasa berharga dan dikasihi Allah. Barangsiapa melayani orang yang lebih menderita disamakan dengan melayani diriNya. (bdk. Matius 25:31-46). Tuhan Memberkati.

Penulis:

Baptista Asih
Baptista Varani Asih Prabayanti

 

 

 

 

 

 

 

*Kredit foto: dari grup WA Panita Natal 2017

*Video: by Yohanes Purwanto

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s