KASIH DAN DUKUNGAN IBU-IBU ST. MONIKA BAGI PARA FRATER TORSA

Kunjungan Ibu-Ibu St. Monika Sanyos ke TORSA Tegal

Minggu, 12 Nopember 2017, Ibu-Ibu St. Monika Paroki Sanyos sebanyak 17 orang berangkat menuju Tegal tepat pukul 08.00 WIB. Ada acara apakah di Tegal? Ternyata Ibu-ibu akan mengunjungi para frater di TORSA (Tahun Orientasi Rohani St. Agustinus).

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam menggunakan 2 kendaraan, rombongan tiba di TORSA pukul 11.30. Romo Yeppy dan para frater menyambut dengan senyum ceria dan langsung mempersilahkan Ibu-Ibu St. Monika menikmati hidangan tahu khas Tegal.

Acara di TORSA sudah dipersiapkan oleh para frater dengan rapi. Wajah para Frater terlihat senang. Ibu-ibu St. Monika pun menjadi gembira. Acara diawali dengan perkenalan para frater yang diwakili oleh Fr. Felix sebagai MC.

Mengenal TORSA

Kemudian diperkenalkan sejarah TORSA Keuskupan Purwokerto secara singkat. TORSA diresmikan pada tanggal 15 Juli 2001 di Pekalongan oleh Mgr. Julianus Sunarko SJ. Kemudian, pada tanggal 29 Juni 2003 pindah ke Tegal sampai saat ini. Tahun ini ada 8 Frater dan 4 Seminaris yang didampingi oleh Rm Yeppy dan Rm Hery Setiawan.

Ibu-ibu St. Monika juga diperkenalkan pada kegiatan sehari-hari para Frater di Torsa, mulai dari bangun pagi jam 04.30 wib lalu mandi dan berdoa ofisi (ibadat harian). Setelah itu misa dan meditasi. Untuk sarapan pagi, para frater memasaknya sendiri secara bergiliran. Para frater juga bekerja membersihkan kompleks TORSA.

Kunjungan St Monika ke Torsa-7
Rm Yeppy memberi penjelasan tentang proses pembinaan di TORSA (12/11/2017)

Selama masa pembinaan di TORSA, para frater mengikuti berbagai program dan kegiatan pembinaan rohani, kepribadian, kursus bahasa Inggris dan pengembangan bakat seperti latihan musik, olahraga dan lain-lain. Pada malam hari para frater berkumpul untuk acara rohani seperti pendalaman alkitab, ibadat yang dipimpin oleh para frater secara bergantian, refleksi diri dan latihan koor. Pada hari rabu malam dan sabtu malam , para frater dan para romo pembina mengadakan rekreasi, nonton TV, bersenda gurau, dan berbagi cerita.

Tentang tugas memasak sendiri yang dilakukan para frater, Romo Yeppy menjelaskan bahwa tugas itu bertujuan agar nanti para Frater setelah menjadi Romo tahu bahwa memasak dan memilih menu itu sulit sehingga apabila ada sajian dari umat bisa menerima apa adanya.

Kunjungan Ibu-ibu pada anak-anak mereka

Romo Yeppy menambahkan bahwa kunjungan St Monika dari paroki St Yoseph ini adalah kunjungan kedua setelah St Monika Wonosobo. “Kami bersyukur mendapat kunjungi Ibu-ibu yang penuh kasih dan perhatian”, ungkap Rm Yeppy.

Ibu-Ibu St. Monika Sanyos juga memperkenalkan diri dengan diwakili oleh Ibu Stefani (Ketua). Dalam kunjungan ke Torsa ini, Ibu-Ibu menganggap para Frater seperti anak mereka sendiri. Romo juga dianggap sebagai anak mereka (dilihat dari umur) sekaligus sebagai Bapa atau Imam, seorang utusan Tuhan. Bu Stefani mengungkapkan juga, “kami sangat mendukung dan selalu berdoa untuk para Imam dan Frater. Kami berpesan agar para frater memiliki semangat juang & setelah Imam pun perlu perjuangan karena banyak godaan di luar. Seorang Imam juga manusia biasa.”

Dialog untuk lebih mengenal

Kunjungan St Monika ke Torsa
Para Frater memperkenalkan kehidupan di TORSA (12/11/2017)

Pengenalan tentang kehidupan para frater semakin mendalam saat dilakukan dialog atau tanya jawab. Ibu Stefani mengawali dengan bertanya, “Apakah ada kiat-kiat dalam mengatasi bila ada perselisihan antara Frater? Ini bisa menjadi bekal bagi mereka setelah menjadi Romo, karena Romo / para Frater juga manusia biasa yang kadang bisa terjadi perselisihan/percekcokan.” Pertanyaan itu dijawab oleh Romo Yepi dan seorang Frater, bahwa di TORSA ada semacam sharing yang dinamakan ‘spirit of brother’s keeper” (semangat penjaga saudara). Dalam sharing itu para frater membagikan pengalaman atau pergulatannya. Apabila ada teman yang galau atau ada masalah, yang lain memberi perhatian dan bantuan, juga semangat. Di sini persaudaraan imani sudah dibentuk.

Pertanyaan lainnya, “Kami pernah mendengar ada frater dari Torsa dan seminari keluar atau tidak lanjut menjadi Imam. Itu karena apa?” Romo Yeppy menjelaskan bahwa dari Frater sampai menjadi Romo itu berlangsung proses pemurnian. “Di Torsa proses itu benar-benar terjadi lewat refleksi dan meditasi supaya betul-betul tahu ini adalah panggilan. Ada yang mengundurkan diri karena merasa bukan panggilan. Ada juga yang harus ditunjukan karena kurang berkembang, karena takut pada orang tua, dan lain-lain”, jelas Rm Yeppy.

Ibu-Ibu St. Monika akan tetap mendoakan dan memberi semangat bagi para frater agar terus berjuang menjalani panggilan Nya. Semoga kunjungan ini juga dapat menjadi penyemangat bagi para frater TORSA.

Akhirnya acara kunjungan ditutup dengan dengan makan siang bersama pada pukul 13.15 WIB. Tak lupa Ibu-Ibu St. Monika berfoto bersama juga dengan para Frater dan Romo. Tepat pukul 14.30 Ibu-ibu St. Monika berpamitan dan meninggalkan kompleks TORSA.

Dalam perjalanan pulang, Ibu-ibu mampir di obyek wisata Guci untuk refreshing dengan berenang di kolam air hangat. Semoga kehangatan hati yang terjadi dalam kegiatan kunjungan di TORSA menambah semangat bagi Ibu-Ibu dan para frater untuk menjalani panggilan dan tugas perutusan masing-masing.

Penulis:

Ibu Yetty
Ibu Yetty, Sekretaris PWK St. Monika Paroki St. Yoseph
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s