MEMBUAT DATA “BERBICARA” UNTUK MENGUKUR VITALITAS DAN KEDEWASAAN IMAN

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah data umat diperoleh, lalu diapakan? Apakah data itu dapat membawa pengaruh atau perubahan dalam kehidupan nyata umat? Bagaimana membuat data kuesioner dan profil lingkungan/kelompok kategorial menjadi “berbicara” dalam dinamika hidup beriman dan menggereja di paroki? Itulah beberapa pertanyaan yang membutuhkan jawaban, pemikiran dan langkah-langkah serius.

Agar dapat “berbicara”, data tersebut perlu diolah dan dianalisis secara tepat dan relevan. Usaha itu dilakukan oleh tim Pelayanan Pastoral Berbasis Data Paroki St. Yoseph dengan membentuk tim Analisis Data sebagai tindak lanjut dari proses penjaringan suara umat lewat kuesioner dan pengumpulan profil stalingkat. Kuesioner telah dilakukan tepat selama sebulan (24 Sept-25 Okt 2017) dengan berhasil menjaring 1495 atau 43,8% dari 3414 jumlah total umat berusia >12 tahun. Sungguh hasil yang menggembirakan, mengingat kuesioner dengan menggunakan teknologi informasi (google forms) baru pertama kali dilakukan di paroki St. Yoseph. Sedangkan data profil stalingkat yang sudah dikumpulkan sejak bulan Juli untuk sementara dipilih salah satunya, yakni profil lingkungan. Ada 21 lingkungan (2 di antaranya menjadi bagian dari satu-satunya stasi di paroki St. Yoseph, yakni stasi St. Lukas Sokaraja).

Jumlah responden yang sampai mencapai 43,8% itu tentu berkat kerja keras para pengurus Stasi, Lingkungan dan Kelompok Kategorial yang berkoordinasi dengan Tim PPBD. Itu dilakukan lewat berbagai cara dan kesempatan, seperti pertemuan lingkungan/kelompok kategorial, komunikasi lewat grup WA, kunjungan dari rumah ke rumah, penjaringan seusai misa di gereja dan lain-lain. Tim PPBD pun dibagi dalam beberapa kelompok untuk bertugas mendampingi dan berkoordinasi dengan para pengurus lingkungan sesuai pembagian tugas tim.

Target yang ditetapkan tim PPBD memang tergolong optimistis, yakni minimal 41 % jumlah responden (masuk dalam kategori moderate). Syukurlah, target itu bisa tercapai tepat sebulan sejak kuesioner itu disebarkan, lalu tim memutuskan kuesioner diakhiri. Tentu masih ada kemungkinan bertambah lagi jumlahnya bila masih diberi kesempatan lebih lama. Namun karena proses yang masih panjang yang harus dilalui sedangkan batas waktu proses PPBD tahun ini sudah harus selesai pada bulan Desember, maka kuesioner ditutup.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Selain kerja keras para pengurus lingkungan/kelompok kategorial dan Tim PPBD, kesadaran umat untuk berpartisipasi sungguh patut diapresiasi. Hal ini juga menunjukkan salah satu wujud kecintaan dan rasa memiliki umat terhadap parokinya. Umat menyadari pentingya pendapat mereka untuk disampaikan agar diperoleh gambaran yang lebih nyata tentang keadaan umat khususnya terkait tingkat vitalitas dan kedewasaan dalam hidup beriman, menggereja dan bermasyarakat.

Proses pengolahan dan analisis data

Tim analisis yang berjumlah 17 orang (semuanya umat paroki) mulai bekerja secara efektif baru pada tanggal 7 November 2017. Tim analisis berkumpul untuk menyepakati panduan analisis, pembagian tugas dan agenda kerja. Sebelumnya data kuesioner (yang terdiri dari 41 pertanyaan) tersebut telah divalidasi oleh Bp Romanus Edy Prabowo di tengah kesibukannya menjalani tugas akademik di Jerman. Dosen Fakultas Biologi Unsoed ini juga telah mengawali proses pengolahan sebagian data dari 5 bidang hidup menggereja dan 7 kategori responden. Proses pengolahan data kemudian diteruskan oleh anggota tim analisis dan secara bertahap melakukan analisis terhadapnya.

Sebaran jawaban

Sebaran jawaban-1
Sebaran jawaban kuesioner umat Paroki St. Yoseph 2017

Waktu yang diberikan kepada tim sangatlah singkat, sekitar 2 minggu (7-20 Nop) untuk melanjutkan pengolahan dan analisis data. Tim analisis dibagi dalam 6 sub tim untuk menganalisis data kuesioner (5 bidang, 7 kategori) dan data profil lingkungan. Hasil validasi diperoleh 1436 data respon yang valid (atau 96% dari 1495). Sedangkan margin of error nya 1,92% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Sub tim analisis bekerja di kelompok masing-masing dan mengumpulkan hasil analisis per bidang pada tanggal 20 Nopember 2017. Di tengah berbagai kesibukan masing-masing, anggota sub tim berjibaku (harus kerja lembur, hasil analisis hilang karena laptop yang hang, keliru ambil data, dll). Sub tim berusaha menyelesaikan analisis secepatnya karena tanggal 24 Nopember 2017 akan dilaporkan dalam pertemuan para pengurus stalingkat. Meskipun belum tuntas menganalisis secara detil menurut 7 kategori responden (gender, usia, lamanya menjadi katolik, pendidikan terakhir, pekerjaan, lingkungan/stasi dan tugas pelayanan gereja), tim dapat memberikan hasil analisis umum per bidang. Juga mengingat keterbatasan waktu yang diberikan dalam pertemuan stalingkat itu, maka hanya disajikan sampel detil analisis atas beberapa jawaban saja di 2 bidang (koinonia dan kerygma).

Begitu pula halnya dengan sub tim analisis data profil lingkungan. Dua orang anggota sub tim mencermati, memilah-milah dan mengategorikan data profil menurut 5 faktor (iklim, kepemimpinan, struktur, tujuan dan identitas). Kemudian setiap faktornya ditentukan 3 sub kondisi yang harus ada. Atas dasar itu, ditetapkan kriteria penilaian yang digunakan untuk menganalisis setiap profil lingkungan.

Proses dan hasil yang patut diapresiasi

Proses panjang yang terjadi di tim PPBD dimulai dengan belajar bersama tentang metode pelayanan yang dirasa baru di paroki ini, mencoba menerapkannya dan melangkah bersama setapak demi setapak. Pengambilan keputusan secara bersama-sama, mencari solusi atas kesulitan yang dialami, keterlibatan para pengurus stalingkat dan seluruh umat serta dukungan DPP terjadi sebagai suatu dinamika learning by doing dan learning by experience (belajar sambil berbuat, belajar dari pengalaman). Dalam dinamika ini, terjadilah proses pemberdayaan bersama yang patut diapresiasi dan disyukuri.

Hasil analisis umum terhadap data kuesioner menunjukkan penilaian BAIK, sedangkan data profil lingkungan mendapatkan penilaian CUKUP BAIK. Hasil itu merupakan rangkuman dari setiap detil jawaban yang diklasifikasi dalam 5 bidang dan 7 kategori serta 5 faktor. Atas hasil tersebut, tentunya perlu diberikan apresiasi kepada seluruh dinamika hidup beriman, menggereja dan bermasyarakat yang terjadi di paroki St. Yoseph.

Rekomendasi bagi kebijakan, program dan kegiatan

Dari hasil analisis terhadap dua data (kuesioner dan profil lingkungan), tim analisis memberikan rekomendasi yang perlu dipertimbangkan oleh Romo, DPP, pengurus stalingkat dan seluruh umat. Adapun rekomendasinya adalah sebagai berikut:

Rekomendasi Umum:

  • Hasil penilaian umum data kuesioner (BAIK) dan data profil lingkungan (CUKUP BAIK) patut diapresiasi dan disyukuri, namun sebaiknya perlu berbagai upaya untuk meningkatkan lagi vitalitas dan kedewasaan umat paroki St. Yoseph lewat kebijakan, program dan kegiatan.
  • Apa yang dinilai SANGAT BAIK perlu dipertahankan dan dapat dihidupi oleh setiap pribadi, lingkungan dan kelompok kategorial. Apa yang dinilai BAIK perlu tetap dihidupi dan ditingkatkan lagi. Sedangkan hal-hal yang dinilai CUKUP BAIK perlu diseriusi dengan mengupayakan perbaikan dan peningkatannya baik secara pribadi maupun bersama.

Rekomendasi khusus:

  • Detil rekomendasi dapat dilihat pada setiap kategori dari jawaban-jawaban di tiap bidang kuesioner dan data profil lingkungan.
  • Romo dan Dewan Pastoral Paroki, Pengurus Stasi/Lingkungan/Kelompok Kategorial menindaklanjuti analisis dan rekomendasi ini dengan mengambil kebijakan, program dan kegiatan sesuai tugas/peran masing-masing dan dalam koordinasi yang baik agar tetap ada sinergi yang memberdayakan, berkelanjutan dan selaras dengan visi-misi-tujuan dan nilai paroki. Penyusunan kebijakan, program dan kegiatan itu harus selalu berbasiskan data, bersemangatkan pemberdayaan dan dilaksanakan secara konsisten.
  • Pengurus Stalingkat melengkapi dan membarui secara berkala profil masing-masing (sesuai kenyataan terkini), khususnya dengan memperhatikan 5 faktor.
  • Sedangkan seluruh umat (setiap pribadi) berinisiatif, berkomitmen dan berpartisipasi aktif dalam berbagai upaya konkret secara pribadi maupun bersama-sama. Semua upaya itu dilakukan untuk semakin meningkatkan VITALITAS dan KEDEWASAAN Umat Paroki dalam hidup beriman, menggereja dan bermasyarakat.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tanggapan dari pengurus stalingkat

Pemaparan hasil analisis dan rekomendasi dilakukan oleh tim PPBD dalam pertemuan para pengurus stalingkat yang dihadiri 87 orang (Jumat, 24 Nopember 2017). Para pengurus stalingkat menyimak dengan baik dan mencoba memahami hasil analisis serta rekomendasi tersebut. Beberapa kali pengurus stalingkat memberikan apresiasi berupa tepuk tangan atas suatu kenyataan positif umat yang tergambarkan dalam jawaban kuesioner dan profil lingkungan.

Selanjutnya diberi kesempatan kepada para pengurus stalingkat untuk memberikan tanggapan dan berdiskusi bersama dalam forum. Pak Purnomo (pengurus lingkungan St. Lusia) mengawalinya dengan bertanya tentang responden yang dijaring, “apakah hanya umat yang aktif saja yang menjadi responden? Bagaimana dengan umat yang tidak aktif dalam kegiatan gereja, lingkungan dan kategorial? Mengapa mereka tidak mau terlibat?”

Menanggapi pertanyaan itu tim analisis menyampaikan bahwa data responden yang terjaring (sebanyak 1436) tidak hanya umat yang selama ini sudah aktif dalam kegiatan gereja. Proses penjaringan yang dilakukan dengan mengunjungi umat yang tidak aktif dan membagikan tautan (link) kuesioner lewat perjumpaan di luar kegiatan seputar gereja juga mampu menjaring umat yang selama ini tidak aktif menggereja. Sedangkan tentang penyebab ketidakaktifan umat tersebut, belum dilakukan penelitian dalam kuesioner ini. Sangat terbuka kemungkinan dilakukan penggalian realitas umat lebih dalam lagi lewat kuesioner berikutnya atau metode penghimpunan data lainnya. Hal itu juga ditegaskan sekaligus diusulkan oleh Bp Arief dari lingkungan St. Stefanus.

Bu Kartika, Ketua lingkungan St. Yohanes mengajukan pertanyaan tentang panduan atau arahan bagi para pengurus lingkungan agar dapat menyusun program dan kegiatan yang dapat membuat umat lingkungan enjoy dan tergerak untuk terlibat aktif. Secara singkat pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Rm Kristiadji dengan memberi salah satu contoh konkrit pola pendekatan Appreciative Inquiry yang telah dipraktekkan oleh pengurus stalingkat. Misalnya, pengurus lingkungan menyambut warga lingkungan yang baru bergabung dengan memberikan apresiasi berupa kunjungan, mengenalkan mereka pada umat, memberi “kado selamat datang”, dan lain-lain.

Mengingat keterbatasan waktu, maka proses tanggapan dan diskusi diakhiri tepat pukul 21.00. Proses selanjutnya dari PPBD adalah re-analisis dan finalisasi Laporan Analisis dan Rekomendasi yang akan dilakukan oleh tim. Kemudian laporan dan rekomendasi itu akan diserahkan kepada DPP St. Yoseph untuk ditindaklanjuti.

Agenda selanjutnya dari pertemuan stalingkat di ruang St. Yoakim adalah pemaparan rangkaian kegiatan Natal 2017 oleh Panitia (yang berasal dari wilayah II). Pak Eka mewakili Panitia menyampaikannya secara singkat dan jelas. Kemudian Pak Agus Gudyana (Kabid Koinonia) menyampaikan panduan evaluasi tahunan DPP dan Pengurus Stalingkat. Selanjutnya Bpk Lukas Sugiyanto (Kabid HBKRT) memberikan informasi upaya penggalangan dana pengecatan gedung gereja dengan penjualan kalender paroki 2018. Diharapkan keterlibatan para pengurus stalingkat untuk membantu penjualannya.

Informasi selanjutnya disampaikan oleh Bpk Bimas Dewanto (Sekretaris DPP), yaitu tentang kegiatan rekoleksi pengurus DPP-Stalingkat yang akan dilaksanakan Rabu, 6 Desember 2017 dan dibimbing oleh Rm. Dr. Gregorius Soetomo, SJ. Kemudian, Bpk Yohanes Supriyanto selaku koordinator tim kerja staling menyampaikan undangan perayaan syukur 90 tahun misi Kristus Raja di Paroki Katedral pada hari Selasa, 28 Nopember 2017.

Akhirnya seluruh rangkaian agenda pertemuan stalingkat yang padat ini ditutup dengan peneguhan, doa dan berkat oleh Romo Paroki, Ag. Dwiyantoro Pr. Terima kasih atas kesetiaan dan partisipasi aktif para pengurus stalingkat. Semoga seluruh rencana dapat terlaksana seturut kehendak-Nya. St. Yoseph, lindungi dan doakanlah kami. Amin.

Kredit foto: oleh Yohanes Purwanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s