KESEHATAN KELUARGA DAN KEPENDUDUKAN DIAJARKAN PADA PPHB SANYOS

Kegiatan PPHB Sanyos periode Nopember 2017 dimulai pada hari Jumat, 24 Nopember 2017 dan berakhir pada hari Minggu, 26 Nopember 2017. Peserta berjumlah 5 pasang calon pasutri, kota asal para peserta adalah dari Jambi-Pwt, Banjar-Pwt, Wates-Pwt, Pwt-Smg, Pwt-Pwt. Bertempat di ruang St. Anna dengan satu buah AC (saja) yang dioperasikan membuat udara diruangan terasa sejuk bahkan terasa dingin pada waktu cuaca diluar lagi hujan. Hal ini membuat sebagian peserta sering memejamkan mata untuk beberapa saat.

KESEHATAN KELUARGA

Agenda hari Sabtu, 25 Nopember 2017 jam 10.30 wib adalah materi Kesehatan Keluarga, dr. Lukas dari RS Elisabeth Purwokerto memberikan pandangannya secara medis. Penjelaskan alat reproduksi wanita dan pria membuka materi Kesehatan Keluarga.

Kromosom Y adalah kromosom yang membawa sifat laki-laki. Pada manusia laki-laki mempunyai kromosom XY sedangkan perempuan XX. Laki-laki hanya mempunyai satu kromosom, yaitu kromosom X atau kromosom Y, sedangkan pada wanita hanya mempunyai kromosom X. Kromosom Y sangat rentan (kurang mampu bertahan hidup) terhadap situasi asam dan lebih mampu bertahan hidup pada kondisi basa. Proses bertemunya kromosom bisa juga dilakukan dengan inseminasi buatan, walaupun perundangan di Indonesia mengatur, namun gereja Katholik tidak merestui. Demikian dengan KB buatan, gereja Katolik juga tidak merestui. Yang direstui oleh gereja Katholik adalah KB alamiah. Dalam sesi Kesehatan Keluarga, dr Lukas banyak menjelaskan seluk beluk mengenai KB alamiah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERTANGGUNGJAWAB

Materi Kependudukan dan Keluarga Bertanggungjawab dibawakan pada pada sesi Minggu jam 10.30 wib oleh Ibu Sri Wahyuni (bidan Puskesmas di wilayah Pwt Selatan). “KB bertujuan untuk menunda perkawinan bagi para Pasutri yang belum siap  mempunyai anak dan juga bertujuan menjarangkan anak (minimal 2 tahun)” Bu Sri mengawali isi materi. Ada banyak cara untuk ber-KB, KB yang dianjurkan oleh gereja Katholik adalah KB alamiah. Pemerintah dalam mengelola kependudukan juga memprogramkan KB buatan. Pengunaan dan pilihan cara ber-KB dan resiko-resiko yang terjadi bila salah dalam memilih jenis KB dijelaskan secara detail oleh Bu Sri pada kesempatan itu.

Komunikasi diantara pasangan sangat diperlukan dalam membina rumah tangga. Bagaimana menjalankan pola hidup, pola makan akan sangat berpengaruh terhadap terbentuknya keluarga yang sejahtera dan bertanggungjawab. Bagaimana masing-masing Pasutri tetap menjaga kesehatan dari berbagai penyakit yang akan dan bisa mempengaruhi pasangan dan mempengaruhi terhadap anak dan atau calon buah hati harus senantiasa pula dijaga.

Oleh karena itu para (calon) Pasutri hendaknya selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga agar keluarga kecil yang dibangun selalu dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa sejahtera (sesuai dengan tujuan gereja). Amin.

Foto oleh Pasutri Didik-Budi

Penulis Candra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s