LEKMAZ: PEWARTA SUKACITA SEKALIGUS PENDENGAR DAN PELAKSANA SABDA

Rekoleksi Lekmaz-1
Rekoleksi para calon lektor dan pemazmur paroki St. Yoseph (08/11/2017)

Komitmen untuk melayani Tuhan dan mewartakan Sukacita Injil

“Menjadi Lektor dan Pemazmur merupakan proses menjadi pribadi yang bersukacita dalam mewartakan Sukacita Injil. Mau memilih seperti Maria yang duduk mendengarkan Yesus atau menjadi Marta yang sibuk melayani tanpa mendengarkan SabdaNya. Tanpa mendengarkan sabda maka pelayanan akan jatuh pada aktivitas sosial. Lektor dan pemazmur lalu menjadi ajang untuk beraktivitas belaka”, demikian pesan yang disampaikan Romo Ag. Dwiyantoro, Pr dalam rekoleksi bagi para calon lektor dan pemazmur paroki St. Yoseph Purwokerto. “Pribadi yang jujur dan otentik, tidak ada kepalsuan seperti Natanael yang dilihat Yesus di bawah pohon ara juga dapat menjadi refleksi para calon lekmaz”, tambah Rm Toro.

Rekoleksi Lekmaz-2
Para calon lekmaz mengikuti rekoleksi dengan serius (08/11/2017)

Acara Rekoleksi sebagai pembekalan bagi para calon Lektor dan Pemazmur itu diadakan pada hari Rabu, 08 Nopember 2017 di ruang St. Yoakim. Sekitar 3 minggu sebelumnya dilakukan proses perekrutan bagi para calon lekmaz yang baru dan pendaftaran ulang bagi para lekmaz yang lama. Hasilnya di luar dugaan kami (tim kerja Lekmaz). Ternyata peminatnya tambah banyak, meskipun ada beberapa lekmaz lama yang mundur karena usia, pekerjaan dan pindah rumah. Ada 86 orang 86 yang akhirnya mendaftar.

Pada saat rekoleksi, 76 orang memberi konfirmasi akan hadir dan ditambah 9 orang yang mendaftar pada hari H. Jadinya, peserta rekoleksi berjumlah 85 orang. Di samping itu, masing ada beberapa orang yang mohon ijin tidak bisa hadir karena sakit. Para peserta rekoleksi ini kemudian mengadakan diskresi (menimbang-nimbang untuk mengambil keputusan) apakah siap maju sebagai pelayan Tuhan atau stop. Akhirnya para calon  lekmaz membuat komitmen di dalam diri untuk siap maju sebagai pelayan Tuhan sebagai seorang lektor dan/atau pemazmur.

Siap dilantik menjadi pendengar, pewarta dan pelaksana Sabda

Gladi Bersih Pelantikan Lekmaz
Gladi bersih pelantikan lekmaz (10/11/2017)

Sebagai persiapan terakhir sebelum pelantikan, para calon lekmaz mengadakan gladi pada hari Jumat, 10 Nopember 2017 di gereja. Posisi duduk, tata liturgis dan para petugas dapat dipersiapkan dengan baik. Begitu pula pakaian yang akan dikenakan pada saat misa pelantikan telah disepakati bersama.

Pelantikan Lekmaz 11112017
Para lekmz yang baru menerima SK dan dikalungi samir (11/11/2017)

Akhirnya saat yang berahmat tibalah juga. Sabtu, 11 Nopember 2017 dilangsungkan Pelantikan Lektor dan Pemazmur dalam Perayaan Ekaristi pkl. 18.00 di gereja Paroki. Ada 93 orang yang dilantik dan diberkati untuk menjalankan tugas pelayanan sebagai lektor dan pemazmur. Upacara pelantikan diadakan setelah doa pembukaan. Setiap calon dipanggil namanya dan berdiri di tempat. Beberapa orang di antaranya mewakili maju ke depan panti imam. Setelah doa pemberkatan para lekmaz diperciki air suci dan beberapa orang wakil lekmaz menerima Surat Keputusan serta dikalungi samir oleh Romo Toro. Sebagian dari mereka, kemudian langsung bertugas sebagai lektor dan pemazmur dalam perayaan ekaristi tersebut.

Romo Toro memberikan homili yang menegaskan hal yang penting bagi para lekmaz sesuai bacaan Injil dalam misa hari itu. “Seperti para gadis yang berjaga-jaga dalam perumpamaan Yesus dengan cara bersolek dan berhias sehingga tampil prima menyongsong mempelai supaya mereka dilihat pantas dan baik, para lektor dan pemazmur juga mesti berjaga-jaga senantiasa dalam melaksanakan tugas pelayanan.” Para lekmaz diajak untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik seperti mengenali bacaan, mendalaminya dan akrab dengan pelayanan.

Terharu, sukacita dan semakin terpanggil

Setelah dilantik, beberapa lekmaz menyampaikan kesan dan pesannya. “Saya merasa terharu dan sukacita bisa ikut dalam pelayanan di paroki”, ungkap Laurentina Nonie kepada salah seorang timker Lekmaz. Sedangkan Henrik menyampaikan bahwa dirinya “semakin merasa terpanggil dan senang bisa melayani Tuhan dengan cara lain”. Perlu diketahui bahwa selama ini Henrik aktif dalam pelayanan sebagai Putra Altar, kemudian menjadi salah seorang Ketua OMK Voltus Paroki St. Yoseph.

Yohanes Djunaedi yang dilantik sebagai pemazmur juga mengungkapkan kesan bahwa para lekmaz yang baru maupun yang lama nampak antusias. Djunaedi yang sekaligus menjadi salah seorang anggota tim kerja liturgi, mengingatkan perlunya segera diadakan pelatihan secara terpisah antara lektor dan pemazmur.

Selamat kepada 93 lektor dan pemazmur yang baru dilantik. Semoga semangat dan komitmen untuk melayani Tuhan dan umat dalam perayaan liturgis dapat tetap menyala di dalam hati. Berkat Tuhan menyertai juga dalam mewartakan dan mengamalkan Sabda Tuhan itu di tengah kesaksian hidup dan pelayanan sehari-hari.

Penulis:

Sisca Kumala
Sisca Kusumastuti
Timker Lekmaz

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s