MISA ARWAH BAGI ANGGOTA WKRI DPC SANTO YOSEPH YANG SUDAH MENINGGAL

 

Selasa, 07 November 2017 pukul 17.00 WIB di Ruang Yoakim Paroki Santo Yoseph, Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Santo Yosep Purwokerto Timur mengadakan misa arwah untuk mendoakan ibu ibu WKRI DPC  Santo Yoseph yang sudah meninggal. Misa dipimpin oleh Romo AM. Kristiadji Rahardjo, MSC.  Misa peringatan arwah yang diadakan setiap bulan Nopember ini adalah yang keempat kalinya. Tujuannya untuk untuk mengenang  jasa jasa para pendahulu dan menjaga api semangat kasih dan pelayanan tetap menyala dalam diri Ibu-Ibu WKRI saat ini.

Screenshot_2017-11-11-22-00-13-68.png
Daftar nama Ibu-ibu WKRI Cab Santo Yoseph yang sudah meninggal

Sebelum misa dibacakan terlebih dahulu nama Almarhum Ibu-ibu Wanita Katolik RI DPC Santo Yoseph  yang sudah meninggal beserta peran yang mereka emban saat masih aktif. Dikenang pula jasa dan pengabdian mereka dalam memajukan Wanita Katolik RI khususnya di DPC Santo Yoseph pada masanya.

MISA ARWAH WKRI DPC SANYOS-9.docx
Renungan setelah semua lilin dinyalakan (07112017)

Dalam homilinya, Romo Kristiadji menjelaskan tentang Visi dan Misi Wanita Katolik RI sebagai suatu organisasi sosial kemasyarakatan yang diakui resmi oleh negara, mandiri (tidak berafiliasi dengan parpol, dll) dan bersifat sosial aktif. WKRI memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang handal dalam menjalankan karya-karya pengabdian mewujudkan kesejahteraan bersama serta menegakkan harkat dan martabat manusia.  Selain nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, WKRI berlandaskan pada prinsip solidaritas, subsidiaritas dan bersemangatkan Ajaran Sosial Gereja.

Baca juga: Profil Wanita Katolik RI DPC Santo Yoseph Purwokerto

MISA ARWAH WKRI DPC SANYOS-10.docx
Ibu-bu WKRI Cabang Santo Yoseph menyambut komuni (07112017)

Rm Kris menekankan bahwa inti dari visi misi itu adalah pelaksanaan perintah cinta kasih dan mewujudkan hadirnya Kerajaan Allah (kasih, damai, keadilan, kesejahteraan, HAM dan kelestarian alam) di tengah kehidupan nyata. Semangat kasih itulah yang telah diperjuangkan oleh para Ibu pendahulu lewat pengabdian dan pelayanan mereka kepada organisasi, Gereja dan masyarakat. Tugas pengurus dan anggota WKRI DPC Santo Yoseph saat ini untuk tetap mengobarkan semangat kasih itu dan mewujudkannya dalam hidup dan pelayanan di tengah tantangan jaman.

Sebelum doa umat ada prosesi penyalaan lilin oleh semua yang hadir. Makna yang terkandung di balik prosesi ini adalah terang Kasih Kristus yang menyala dan menerangi hati setiap anggota WKRI akan terus dijaga. Diharapkan hidup dan pelayanan WKRI DPC Santo Yoseph dapat menerangi “kegelapan” hati dan keadaan di sekitarnya. “Kegelapan” terjadi karena budaya kekerasan, intoleransi, egoisme, gaya hidup hedonis, konsumeristis, pelanggaran HAM dan ketidakpedulian pada lingkungan. Kekuatan Ibu-ibu justru terletak di dalam kelemahlembutan, kesabaran, ketekunan dan daya tahan di tengah pergumulan hidup, beriman dan bermasyarakat. Bila kekuatan itu dioptimalkan akan dapat membawa perubahan nyata di dalam keluarga, gereja dan masyarakat.

Setelah misa selesai, tak lupa Ibu-Ibu menyempatkan diri untuk foto bersama di depan lilin yang menyala. Kemudian seluruh rangkaian acara ditutup dengan santap malam bersama di ruang St. Anna ( Santa pelindung Wanita Katolik RI Cabang St. Yoseph). Selamat menyalakan terang Kasih Kristus di tengah kegelapan. Tuhan memberkati.

Penulis:

Sinta Indriyani.jpg
Sinta Indriani
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s