MURIDKU SUKACITAKU*)

BKSN tahun 2017 di SMP Susteran begitu istimewa. Tahun ini bagi kami adalah “Tahun Kontemplasi”, di mana kami diajak untuk berbicara dengan dan tentang Tuhan, “contemplare et contemplata aliis tradere”. Konsep ini begitu mengawang bagi remaja usia SMP sehingga perlu strategi khusus agar mendarat di pikiran dan hati mereka.

Muridku Sukacitaku-1
Murid kelas 9 sedang memandu pendalaman BKSN di SMP Susteran Purwokerto (foto FB Bonny Heady)

Tema BKSN tahun ini begitu menarik bagi kalangan remaja: “Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern”. Saya selaku guru agama kelas 9 menangkap dua kutub ini: tahun kontemplasi dan tema BKSN. Saya mencoba memadukannya sehingga siswa kelas 9 khususnya benar-benar dapat berbicara dengan dan tentang Tuhan serta menjadi kabar gembira di tengah tantangan zaman. Siswa kelas 9 saya beri kepercayaan untuk menjadi fasilitator BKSN bagi adik-adik kelasnya. Mereka secara khusus disiapkan dalam merancang pendalaman iman yg kreatif dan inovatif tanpa menghilangkan esensinya.

Muridku Sukacitaku-3
Pendalaman BKSN di SMP Susteran Purwokerto

Awalnya saya sendiri khawatir karena menjelang dimulai tidak semua kelompok siap. Kekhawatiran juga dirasakan oleh siswa kelas 9. Selama tiga pekan mereka disiapkan dan tiga pekan berikutnya mereka beraksi. Ada kelompok yang persiapannya sangat baik namun menjumpai kelas yang tidak kondusif sehingga mereka merasa down. Ada yang sebaliknya. Ada juga yang persiapan kurang namun pelaksanaan berhasil. Siswa kelas 9 dengan segala upaya mencari game, video, dan cerita yang fresh sehingga adik kelas tidak bosan. Sayangnya, tidak semua rencana berjalan sesuai yang diinginkan. Sehingga keluhan dan kekecewaan kadang tercermin di raut wajah mereka.

Muridku Sukacitaku-2
Gerak dan lagu di sela-sela pendalaman BKSN anak2 SMP Susteran Purwokerto

Seperti biasa, usai melakukan aktivitas, semua siswa menulis refleksi. Beberapa siswa merasa mereka banyak mengalami kendala namun mereka percaya Tuhan menyertai usaha mereka. Ada juga siswa yang merasa semakin mencintai Kitab Suci, semakin merasakan pendampingan Tuhan, semakin berani public speaking dan memberi kesaksian atau sharing. Bagi adik-adik kelas, mereka merasa sangat senang dan terinspirasi kakak kelasnya melalui video, game, dan cerita. Bahkan ada salah satu kelas yang usai pertemuan pendalaman iman pertama langsung grup medsosnya berisi berbagai renungan harian.

Muridku Sukacitaku-4
Sukacita anak-anak SMP Susteran Purwokerto saat pendalaman BKSN 2017

Apa yang dialami para siswa secara tidak langsung sudah menjadi kabar gembira bagi mereka sendiri. Pengalaman mereka menjadi fasilitator tiap pertemuan menjadi saat di mana mereka berbicara tentang Tuhan. Pengalaman kesulitan dan kekecewaan yang dihadapi menjadi sarana mereka berbicara dengan Tuhan. Sedangkan pencerahan yang dialami adik-adik kelas tentu menjadi tanda bahwa kakak kelas 9 sudah mampu menjadi Kabar Gembira.

Demikian pengalaman saya BER-BKSN di SMP SUSTERAN selaku guru agama kelas 9. Kabar gembira itu dialami ketika berhasil membuat orang lain menjadi Kabar Gembira bagi sesamanya. Salam Veritas!

Penulis:

Bonny
Bonny
Umat Lingk St Lusia -Guru SMP Susteran

*) Salah satu pemenang lomba menulis BKSN Paroki St. Yoseph Purwokerto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s