RENUNGAN

Boleh Dan Tidak Boleh vs Motivasi

Sabtu Pekan Biasa XXII, 9 September 2017

“Tetapi beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”(Luk 6:1-5). Boleh tidak boleh gampang menjadi ukuran tindakan kita. Atau juga bila tidak tahu maka akan bertanya boleh atau tidaknya melakukan tindakan tersebut, seperti ke gereja boleh pakai celana pendek apa tidak, keluar gereja boleh gak tetap mengambil air suci untuk ditandakan pada dahi? Atau boleh gak membaca sabda Tuhan (bacaan misa) dari HP? Dan banyak hal yang secara mudah ditanyakan untuk memastikan tindakan. Boleh atau tidak boleh bagi orang Farisi menjadi kata sakral. Maka ketika Yesus dan para muridNya memetik gandum dan memakannya mereka menggugat tindakan tersebut melanggar hukum. Padahal yang utama dilupakan. Yang utama di atas boleh tidak boleh itu kasih. Kasih menjadi dasar bukan hanya mengatur pernik tindakan melainkan motivasi orang. Motivasi dari tindakan kitalah yang merupakan semangat untuk belajar terus. Semoga kita belajar menemukan motivasi atau hal-hal yang lebih mendasar dari tindakan kita? Bukan sekedar boleh atau tidak. Soter@bdtoro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s