BERSATU DALAM KASIH KOBARKAN SEMANGAT PELAYANAN

Pengalaman pertama Ibu-Ibu Monika Sanyos

Minggu, 27 Agustus 2017. Jarum jam belum menunjukkan pkl 07.00 ketika sekelompok Ibu-ibu berkumpul di seberang pintu gerbang gereja Paroki St. Yoseph Purwokerto. Siapakah mereka dan ada kegiatan apa ? Ternyata mereka adalah Ibu-ibu anggota PWK. St. Monika Paroki Sanyos yang sedang menunggu kedatangan mini bis untuk membawa mereka ke Cilacap.

Ibu-ibu warakawuri ini akan menghadiri untuk pertama kalinya pertemuan Perhimpunan Warakawuri Katolik St. Monika Koordinasi Cabang Keuskupan Purwokerto. Karena itu, ada 27 Ibu dari Paroki Sanyos yang siap berangkat dengan gembira dan penuh semangat. Beberapa Ibu yang juga menjadi anggota Legio Maria telah mengambil keputusan untuk tidak mengikuti Rapat Komisium Ratu Damai Keuskupan Purwokerto yang juga dilaksanakan pada hari yang sama di Jeruk Legi, Paroki Cilacap.

Pertemuan Santa Monika-4.jpg
Suasana pertemuan PWK. St. Monika Korcab Keuskupan Purwokerto di Paroki Cilacap (27/08/2017)

Sesampai di gereja Paroki Cilacap, rombongan Ibu-Ibu Monika dari Paroki Sanyos bertemu dengan Ibu-ibu dari 10 paroki lainnya, yakni Katedral Kristus Raja, Purworejo, Kebumen, Gombong, Kroya, Purbalingga, Pekalongan, Pemalang, Wonosobo dan tuan rumah Cilacap. Setiap cabang mengirimkan sekitar 25 sampai 30 orang. Selain Ibu-ibu Monika dari 11 Paroki, acara juga dihadiri oleh Rm Endro Wignyo MSC dari Wonosobo, Rm Tejo dari Gombong, Bruder Kris dari Pemalang, 6 Suster dari beberapa paroki. Jadi total ada sekitar 300 orang yang hadir dalam pertemuan ini.

Saya BISA, Saya MESTI BISA, Saya PASTI BISA

Pertemuan PWK. St. Monika Korcab Keuskupan Purwokerto tahun 2017 mengambil tema “BERSATU DALAM KASIH MENGOBARKAN SEMANGAT PELAYANAN”. Acara dibuka dengan sambutan oleh Romo Vincent, OMI (Romo Paroki St Stefanus Cilacap selaku tuan rumah dan pendamping rohani PWK. St. Monika Cabang Cilacap. Kemudian perayaan ekaristi dipimpin oleh Romo Sheko Suwandi, Pr.

Dalam homilinya, Rm Sheko yang menjadi Moderator PWK. St. Monika Korcab Keuskupan Purwokerto ini mengajak Ibu-ibu untuk belajar dari sejarah hidup Santa Monika. Yang perlu dilihat bukan status jandanya saja tetapi pada perjuangan yang disertai doa dan cucuran air mata dari seorang ibu yang mempunyai suami dan anak yang brutal / nakal. Rm Sheko berpesan, “Ibu-ibu walau sudah tidak ada suami tidak terus banyak-banyakan merasa bebas tetapi ingat masih punya tanggung jawab keluarga. Selain itu juga tanggungjawab melayani yang lain. Ibu-bu itu adalah pemegang ‘kunci surga’. Allah memilih kita semua untuk tugas pelayanan ini, maka Ibu-ibu harus memiliki keyakinan ‘Saya BISA, Saya MESTI BISA, Saya PASTI BISA”.

Rm Sheko juga menyelipkan gurauan, “Dalam berdoa kita jangan mohon anggota bertambah. Itu berarti menginginkan banyak suami yang meninggal sehingga akan bertambah janda.” Gurauan itu disambut tawa Ibu-ibu. “Tetapi berdoalah supaya perkumpulan kita berkembang dengan apa adanya dalam pelayanan dan kasih. St Monika menjadi pelindung dan menjadi teladan kita.” demikian peneguhan Rm Sheko mengakhiri homilinya dan diamini oleh semua yang hadir.

Setelah homili, Ibu Elisabeth Rosari selaku Ketua Koorcab Keuskupan Purwokerto melantik pengurus baru PWK. St Monika Cabang Cilacap periode 2017-2020. Surat Keputusan dibacakan dan Ibu-ibu pengurus yang baru mengucapkan janji pengurus di depan altar.

Lanjutkan pelayanan untuk Tuhan, kelurga dan sesama

Seusai misa, acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi dengan beberapa sambutan dan penampilan semua cabang yang hadir. Ibu Wismo Utomo selaku pengurus lama Cabang Cilacap memberikan sambutan yang pertama. Bu Wismo menyatakan mundur dari kepengurusan St Monika dan berpesan agar pengurus baru maju terus pantang mundur.

Mewakili Dewan Paroki Cilacap, Bp FX. Haryanto memberikan sambutan berikutnya. “Walau pun ini acara St Monika tetapi ada bapak-bapak yang ikut hadir di sini. Bapak-bapak juga mau belajar dari St Monika, yaitu belajar rendah hati, bersabar dan penuh perjuangan. Ibu-ibu St. Monika harus bangga sudah pernah belajar dari seorang Ibu teladan, yakni St Monika.” begitu sebagian isi sambutan Pak Haryanto. “Selamat ulang tahun St Monika. St Monika maju terus, St Monika Jaya!”. Kalimat penyemangat itu diserukan dua kali oleh Pak Haryanto.

Bu Elisabet Rosari yang memberikan sambutan berikutnya membantah bahwa Ibu Wismo mundur, tetapi justru kini kedudukannya menjadi lebih tinggi karena posisi tertinggi atau paling atas dalam perhimpunan ini adalah anggota. Pengurus adalah pelayan bagi para anggota. Ini yang perlu disadari pula oleh para pengurus. Selanjutnya Bu Lies mengumumkan bahwa pertemuan tahun depan akan diselenggarakan tanggal 27 Agustus 2018 di paroki Pekalongan.

Mengakhiri seluruh rangkaian sambutan, rm Sheko hanya menyampaikan secara singkat dan padat bahwa pelayanan itu tidak pernah habis maka mari kita lanjutkan terus pelayanan itu, baik pada Allah, keluarga, dan sesama.

Penampilan dari yang paling kalem sampai yang paling aduhai

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Selepas sambutan-sambutan, Ibu-ibu saling menghibur dan dihibur oleh penampilan dari cabang-cabang. Acara ini dipandu dengan gayeng oleh Bp Prapto dari Paroki St. Stefanus Cilacap. Ibu-ibu warakawuri walau sebagian besar sudah tua tetapi dalam acara ini kondisi itu tidak terlihat karena semua membaur dan larut dalam kegembiraan.

Uniknya lagi, semua penampilan mendapat predikat tersendiri dan diapresiasi dengan memberikan hadiah. Berikut daftar predikat yang diberikan kepada penampilan Ibu-ibu dari cabang-cabang:

1. Penampilan termodern: Paroki Wonosobo dengan TARI MOMERE.
2. Penampilan teraduhai: Paroki purworejo dgn TARI YAE – YAE.
3. Penampilan paling “seronok” / heboh: Paroki Katedral dengan drama yang mengisahkan seorang perempuan stres akibat ditinggal suaminya. Perempuan itu kemudian didoakan dan diobati oleh Ibunya dengan perjuangan dan air mata. Akhirnya dia sadar dan bergabung dengan Ibu-ibu St. Monika.
4. Penampilan yang religius: Paroki Pekalongan dengan bernyanyi bersama diawali oleh 2 Suster (lagu Betapa Baiknya Tuhan) kemudian bersama Ibu-ibu menyanyikan Indah Rencana-Mu Tuhan.
5. Penampilan paling oke: Paroki Cilacap dengan TARI MIRA PERTIWI oleh ibu Saena Oki.
6. Penampilan paling santai: Paroki Gombong yang membawakan TARI SENANDUNG CINTA TUHAN di bawah bimbingan Romo Tejo.
7. Penampilan paling kalem: Paroki St Yoseph Purwokerto Timur dengan paduan suara yang menyanyikan Hari ini Kurasa Bahagia
8. Penampilan paling genit: Paroki Pemalang yang menampilkan rangkaian puisi dan lagu: Suka Duka Dalam St. Monika (puisi), St. Monika Tetap Jaya (paduan suara) dan Gembala St. Monika (diambil dari lagu Gembala Sapi, namun dengan syair yang diubah oleh Rm Kristi Adi)

Panitia juga memberi kenang-kenangan kepada peserta paling tua yang berumur 92 tahun dari Gombong dan peserta termuda berumur 47 tahun dari Pemalang. Kemudian acara diakhiri dengan menyanyikan bersama lagu Kemesraan gubahan Chrisye.

Ibu-ibu Monika dari Paroki St Yoseph merasa sangat bersyukur dan bergembira karena mendapat pengalaman berharga. Kami menjadi lebih terbuka dan mengerti tentang PWK Santa Monika. Juga dapat mengenal para romo, bruder, suster dan kelompok koor dari Lingkungan Caecilia Paroki Cilacap yang sangat antusias dan penuh perhatian kepada para Ibu warakawuri. Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan tuan rumah Paroki Cilacap dan semua pihak yang dengan tulus membantu PWK. St. Monika. Last but not least, terima kasih untuk Ibu-ibu warakawuri se keuskupan Purwokerto yang dengan hati terbuka penuh kasih persaudaraan menerima kami sebagai warga baru di dalam perhimpunan ini. Semoga kita semakin bersatu kasih mengobarkan semangat pelayanan bagi Tuhan, keluarga, gereja dan masyarakat. Sampai bertemu kembali tahun depan di Paroki Pekalongan.

Penulis:

Ibu Yetty
Bu Yetty
Sekretaris PWK. St Monika Cabang Purwokerto Timur
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s