TAAT PADA SABDA-NYA

Rabu Pekan Biasa XIX, 16 Agustus 2017

“Lalu tutup usialah Musa, hamba Tuhan, di sana di tanah Moab, sesuai dengan sabda Tuhan. Ia dikuburkan oleh Tuhan di suatu lembah di tanah Moab, di hadapan Bet-Peor, dan sampai hari ini tidak ada orang yang tahu kuburnya. Musa berumur seratus dua puluh tahun ketika ia meninggal dunia; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.” (Ul 34:1-12). Periode hidup Musa tampak “ngenes”/ sampai mati dan kuburan pun tidak ada yang tahu. Seakan tertelan bumi. Sejak awal juga sudah muncul “penghilangan” jejak. Sampai akhirnya ditemukan putri Firaun. Akhir hidup telah mengalihtugaskan kepada Yosua. Ia tidak menikmati tanah terjanji. Ia tidak dikuburkan di tanah yang dijanjikan. Bahkan tidak ada peninggalan pun. Namun Ia mati sesuai dengan sabda Tuhan. Kehendak Allah menjadi utama. Ia sungguh taat pada Sabda-Nya. Dengan anugerah kebugaran (mata tidak kabur) Musa menikmati hari akhirnya sesuai sabda Tuhan. Ini juga menjadi potret Yesus Kristus, Musa baru. Lahir dan mati sesuai kehendak Tuhan. Bagaimana kita hidup sesuai kehendak Tuhan? Selaras dengan sabda-Nya? Soter@bdtoro.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s