DEVOSI HATI MARIA YANG TAK BERNODA PADA SABTU PERTAMA

Kebanyakan orang Katolik sudah familiar dengan devosi Jumat Pertama. Bila ditanya tentang ini pasti kebanyakan dari kita akan langsung mengaitkannya dengan devosi pada Hati YESUS yang Mahakudus dengan segala rahmat yang dijanjikan dalam devosi tersebut.

Namun tahukah anda bahwa dalam Gereja Katolik dikenal pula Devosi Sabtu Pertama? Berikut adalah sejarah mengenai devosi tersebut.

1917

Penampakan kpd 4 anak di FatimaPada tahun 1917, dari 13 Mei sampai 13 Oktober Bunda Maria menampakan diri dalam enam kali penampakan kepada tiga anak (Lusia, Fransisko dan Jacinta) dekat desa Fatima di Portugal. Penampakan kepada tiga orang anak ini kemudian dikenal dengan Penampakan Fatima. Dengan suatu tanda, Santa Perawan meyakinkan dalam penampakannya untuk mendirikan devosi kepada Hatinya yang Tak Bernoda. Bunda Maria membuat banyak nubuat kepada anak-anak itu dan menunjukkan mereka penglihatan akan perang mendatang dan penderitaan abadi dari jiwa-jiwa yang hilang. Namun Bunda Maria menjanjikan keselamatan bagi yang melakukan pengorbanan dan pengabdian diri kepada Hatinya yang Tak Bernoda. Pada penampakan yang ketiga, tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria memperlihatkan kepada mereka suatu penglihatan yang amat mengerikan tentang neraka dan berkata: “Kalian telah melihat neraka, ke mana jiwa-jiwa para pendosa yang malang itu akan pergi. Untuk menyelamatkan mereka, Tuhan menghendaki agar di dunia diadakan devosi kepada Hati-ku Yang Tak Bernoda….. Aku akan datang untuk meminta Komuni pemulihan pada hari Sabtu Pertama.” Pada penampakan-penampakan berikutnya Bunda Maria berfokus pada salah seorang diantaranya, yaitu Lucia, yang kemudian menjadi biarawati.

1925

hati-maria-yang-tak-bernoda.jpgLucia mengalami penampakan dimana Bunda Maria berkata, “Kasihanilah Hati Bunda Sucimu yang dikelilingi oleh duri yang dicucukkan oleh orang-orang yang tak tahu berterima kasih setiap saat, tanpa ada yang mengadakan pemulihan (untuk hatiku ini). Bunda Maria mengeluarkan hatinya dan berkata, “Lihatlah anak ku, hatiku yang dikelilingi duri setiap saat akibat hujatan dan rasa tak tahu terima kasih. Setidaknya, kau, hiburlah aku.”

“Katakanlah pada semua orang bahwa siapa saja yang pada Sabtu Pertama selama 5 bulan, mengaku dosa, menerima komuni, mendaraskan Rosario, dan menemaniku selama 15 menit dalam sebuah Meditasi, dengan niat sebagai pemulihan bagi hatiku yang tak bernoda, aku berjanji akan mendampingi mereka pada saat ajal dengan segala rahmat yang diperlukan untuk keselamatan jiwa.”

15 Februari 1926

Kanak-kanak YESUS menampakkan diri pada Sr. Lucia di taman biara.

“Benar, anak-Ku, bahwa banyak jiwa yang memulainya, namun sedikit yang bertahan sampai akhir, dan mereka yang bertahan sampai akhir melakukannya demi rahmat yang dijanjikan. Mereka yang sungguh-sungguh melakukan devosi ini selama 5 kali Sabtu Pertama dengan sungguh-sungguh dan mengadakan pemulihan bagi hati Bunda Surgawi mu, menyenangkan Ku dibandingkan mereka yang melakukannya selama 15 kali, namun suam-suam dan acuh tak acuh.”

“YESUS ku!” kata Sr. Lucia. “Banyak orang yang sulit mengaku dosa di hari Sabtu. Apakah kau mengizinkan pengakuan dosa dalam rentang waktu delapan hari?”

“Ya. Pengakuan dosa bahkan dapat menyusul sesudahnya, dengan ketentuan bahwa jiwa berada dalam keadaan rahmat ketika menerima Ku pada Sabtu Pertama, dan bahwa mereka memiliki niat untuk mengadakan pemulihan bagi Hati Suci Maria.”

“YESUS ku! bagaimana bagi mereka yang lupa akan niat ini?” tanya Sr. Lucia

“Mereka dapat meniatkannya pada pengakuan berikutnya, begitu ada kesempatan.”

13 Juni 1929

Sr. Lucia melihat hati Bunda Maria yang ditembusi pedang.

“Ada begitu banyak jiwa yang dikutuk Tuhan akibat dosa-dosa melawanku, sehingga aku meminta pemulihan. Kurbankan dirimu dan berdoalah demi ujud ini.

1930

YESUS menampakkan diri pada Sr. Lucia, dan menyatakan latar belakang LIMA Sabtu Pertama, yaitu menunjuk pada lima bentuk hujatan terhadap Maria, yaitu :

1. Menyangkal bahwa Maria dikandung Tanpa Noda.

2. Menyangkal bahwa Maria Tetap Perawan.

3. Menyangkal bahwa Maria adalah Bunda ALLAH (dan Bunda semua manusia).

4. Apabila kita berperan menanamkan dalam hati anak-anak, rasa acuh tak acuh, penghinaan, kebencian terhadap Hati Maria Tak Bernoda.

5. Pencemaran gambar-gambar kudusnya.

YESUS juga menyatakan bahwa devosi Sabtu Pertama dapat dipindah ke hari Minggu Sesudah Sabtu Pertama apabila ada alasan berat. Pengakuan dosa pun dapat dilakukan pada hari Minggu tersebut. Yang terpenting adalah bahwa semua tindakan yang disyaratkan dalam devosi ini dilakukan dengan niat demi pemulihan Hati Maria Tak Bernoda.

Suster Lucia, dalam sepucuk surat kepada ibunya, menekankan akan pentingnya Devosi Sabtu Pertama sebagai sarana untuk memberikan penghiburan kepada Bunda Maria. Sr Lucia menulis: “Saya berharap bahwa ibu akan menjawab saya dengan mengatakan bahwa ibu mempraktekan devosi Sabtu Pertama serta melakukannya dengan cara yang terbaik, sehingga semua orang yang datang ke rumah ibu turut mempraktekkannya pula. Ibu tidak akan pernah dapat memberikan penghiburan kepadaku yang lebih besar daripada ini….Hiburlah Bunda Surgawi kita dengan devosi Sabtu pertama serta berusahalah agar orang-orang lain pun ikut menghibur Bunda Maria juga, dan dengan berbuat demikian, ibu akan membuatku amat bahagia.”

Ketika kita memenuhi segala persyaratan sederhana yang diminta bagi devosi Sabtu Pertama dengan semangat pemulihan, kita membantu meringankan penderitaan yang diakibatkan oleh penghinaan-penghinaan terhadap Hati Maria Yang Tak Bernoda. Kita juga memperoleh keuntungan dari penyembuhan Tuhan atas dosa, dan kita mulai mengikuti jalan damai-Nya.

Pada saat ini, dilakukan usaha di seluruh dunia untuk menjawab permintaan Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas devosi Lima Sabtu Pertama untuk Pemulihan. Di Amerika Serikat, di setiap keuskupan dilakukan usaha untuk memulai devosi Sabtu Pertama di setiap paroki, dan di banyak paroki di Amerika Serikat praktek devosi ini telah dilakukan.

Sesungguhnya orang banyak dapat melihat perubahan-perubahan yang menggembirakan yang terjadi di Eropa Timur dan belahan-belahan bumi lainnya sebagai hasil dari meningkatnya praktek devosi Sabtu Pertama atas permintaan Bunda Maria dari Fatima. Keikutsertaan dalam devosi Sabtu Pertama dapat dilakukan baik secara bersama-sama maupun secara pribadi. Jika devosi dilakukan secara bersama-sama, Rosario dapat didaraskan sebelum atau sesudah Misa Sabtu pagi atau Misa Sabtu sore. Renungan akan peristiwa-peristiwa Rosario dapat dilakukan secara pribadi.

Catatan :

Umat Katolik tidak memiliki kewajiban untuk mengimani wahyu pribadi. Apakah suatu devosi yang dilatarbelakangi wahyu pribadi itu kemudian menjadi berdaya guna atau tidak, semuanya berpulang kepada devosan itu sendiri.

~ IOJC (Tu scis quia amo te / Engkau tahu bahwa aku mencintaiMu). Hari ini adalah hari Sabtu pertama ~

Berkah Dalem.

Sumber :

1. Facebook Gereja Katolik postingan 2011.

2. “The First Saturdays of Reparation by Father Peffley; Father Peffley’s Web Site; http://www.transporter.com/fatherpeffley) – diterjemahkan oleh YESAYA: http://www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s