ANTARA KESEDIHAN DAN PENUH SUKACITA

Dari semalam hingga hari ini, mendadak begitu sedih rasanya berpisah dengan para peserta DID-AYD 2017 (Days in Diocese-Asian Youth Day 2017) yang berada di Keuskupan Purwokerto.



Rasa capek pun hilang begitu saja, tergantikan dengan rasa senang dan bahagia dapat berjumpa dengan saudara seiman dari Jepang dan Thailand, walaupun susah untuk berbicara dengan mereka, karena bahasa Inggris saya hanya “little-little”. Di sini kadang saya merasa sedih, hahaha.

Pengalaman itu dirasakan juga oleh Mayami, delegasi dari Jepang dan Oliv, delegasi dari Keuskupan Purwokerto. Mereka terlihat sangat capek dan ngantuk setelah belajar berkebun di “Kebon Gewok” organic farm, ketika saya tanya “so tired ya?” Mayami menjawab, “Ya, so tired but enjoy“. Perasaan enjoy itu terlihat ketika Oliv bercerita kepada Mayami tentang buah jambu yang ada disana. Mereka kelihatan antusias dan benar-benar suka dengan buah jambu pir yang ada di Kebon Gewok. Di sini saya merasa bahagia lagi, ketika mendengar mereka enjoy.

Pengalaman baru juga bagi saya, dapat mengikuti ibadah sedekah bumi yang diadakan di tempat terbuka dalam suatu perkebunan. Ibadah dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan rebutan gunungan yang berisi hasil bumi dari perkebunan tersebut.







Gembira dapat melihat pertunjukan yang luar biasa dari delegasi Jepang, Thailand dan Keuskupan Purwokerto yang penuh kegembiraan dan sukacita.


Juga bahagia rasanya bisa ikut berdoa bersama kepada Bunda Maria dengan suasana yang berbeda. Doa yang khusyuk dan menggunakan berbagai bahasa untuk mengucap syukur dan memohon berkat kelancaran rangkaian acara Asian Youth Day 2017 di Indonsia ini. Juga didaraskan litani para kudus, santo-santa dan para martir dari Asia.





Bahagia bisa berfoto dengan beberapa delegasi dari Jepang (seperti Uskup Bernard Taiji Katsuya, Frater Galuh, dan Mai), dari Thailand (seperti Kitchalong yang memberi kenang-kenangan berupa gantungan berbentuk gajah, juga Natchaya). Apalagi ketika ada delegasi yang meminta untuk foto bersama.


Banyak pengalaman luar biasa, dapat bekerja sama dengan muda-mudi Katolik yang luar biasa, penuh dengan semangat dalam panitia DID-AYD 2017 di Keuskupan Purwokerto kemarin ini.

Sebagai penutup, melalui tulisan pengalaman ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih buat Romo Frans Kristi Adi Prasetyo Pr yang sudah mengikutsertakan saya dalam acara yang luar biasa, penuh dengan pengalaman dan sukacita ini.

Semoga pengalaman ini dapat menyegarkan jiwa kita semua dan menjadi tambahan spirit untuk semakin setia melayani ALLAH melalui kegiatan-kegiatan yang Gereja Katolik adakan. Amin. Berkah Dalem.

Penulis,

Hendry Huang
Hendry Huang
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s