RENUNGAN

Berhala-Berhala Baru

Senin Pekan Biasa XVII, 31 Juli 2017 Pw. St. Ignatius Loyola

“Ketika sudah dekat perkemahan dan melihat anak lembu serta orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa. Dibantingnya kedua loh itu dan dihancurkannya pada kaki gunung. Kemudian diambilnya patung anak lembu buatan mereka itu, lalu dibakarnya dalam api, digilingnya sampai halus dan ditaburkannya ke atas air, dan orang Israel disuruh meminumnya.” (Kel 32:18-24). Anak lembu menjadi berhala bagi umat. Loh perjanjian, loh sabda yang dituliskan Allah sendiri hancur karena dibanting Musa sehubungan dengan kemurkaannya pada anak lembu. Musa naik ke gunung lama tanpa ada kepastian, umat tidak sabar menunggu. Padahal sudah sejak awal mereka pun dalam perjalanan menuju tanah yang dijanjikan. Tiada kepastian kapan tiba. Tidak sabar membuat mereka memandang Yosua, wakil Musa. Berhala diciptakan. Banyak berhala yang bisa kita ciptakan sendiri. Gadget, posisi dalam pelayanan, materi atau uang, dsb. Di tengah zaman ini kita tetap perlu sabar menantikan jawaban Tuhan dan tidak mengganti penantian dengan berhala- berhala yang kita ciptakan. Soter@bdtoro.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.