KSHO-13 PERUTUSAN SOSIAL

Terdapat perbedaan jelas antara Margareta Maria Alacoque (yang, sebagai seorang Suster Visitasi dan hidup dari tahun 1647 sampai 1690 di Paray-le-Monial, Perancis, menerima penampakan-penampakan Hati Kudus) dan Pater Chevalier mengenai relasi mereka dengan Yesus. Margareta Maria adalah seorang suster kontemplatif dan seorang mistikus, sementara Pater Chevalier adalah seorang pastor paroki dan seorang misionaris. Demikian, Margareta Maria hidup dalam suatu relasi mistik terus menerus dengan Yesus, sementara Pater Chevalier hidup dalam suatu relasi misioner dengan Yesus. Oleh karena itu, terdapat juga suatu perbedaan antara Devosi Hati Kudus sebagaimana dipromulgasikan oleh Margareta Maria dan Devosi Hati Kudus sebagaimana dipromosikan oleh oleh Pater Chevalier.

Tentu saja, Pater Chevalier menggabungkan praktek-praktek devosional yang diwarisinya dari tradisi Paray-le-Monial ke dalam spiritualitas misionernya. Namun, bagi dia, dalam Devosi Hati Kudus tidak hanya termasuk doa-doa adorasi dan silih, tetapi juga cara-cara untuk memperoleh suatu pengetahuan lebih mendalam tentang Yesus serta partisipasi dalam perutusan sosial Yesus. Dengan membaca Injil-Injil, Pater Chevalier menemukan Yesus, yang melalui praktek cinta yang berbelarasa, ingin mengubah masyarakat, termasuk kehidupan keluarga. Chevalier mengundang setiap orang untuk berpartisipasi dalam perutusan yang sama. Ia menginginkan agar sebanyak mungkin orang mengikuti cara Yesus, yakni, cara berbelarasa, dengan meninggalkan cara hidup yang dicirikhaskan oleh egoisme sosial dan ketidakpedulian religius.

Ketika Chevalier merujuk pada Devosi Hati Kudus sebagai obat untuk penyakit-penyakit masyarakat, ia tidak memandang Devosi ini begitu saja sebagai obat. Bagi dia, Devosi ini adalah suatu cara untuk masuk ke dalam relasi personal dengan Yesus. Chevalier yakin bahwa Yesus sendiri bahkan lebih prihatin terhadap situasi tercela yang menjebak masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, dengan berpartisipasi dalam perutusan hati Yesus, kita sendiri akan mampu mempraktekkan belarasa dan menjadi penyembuh-penyembuh suatu masyarakat yang terluka, mulai dari lingkungan kita sendiri.

Chevalier menemukan bahwa penyebab-penyebab dasar semua penyakit masyarakat ada dalam hati manusia, yang digerogoti oleh egoisme sosial, ketidakpedulian religius, ketidak-ingin-tahuan tentang kebenaran yang diwahyukan dan ketidaktaatan pada ajaran-ajaran Gereja Katolik. Semua keburukan dan kejahatan muncul dari hati yang belum dibentuk selaras dengan Hati Yesus. Bagi Chevalier, penyembuhan penyakit-penyakit masyarakat dimulai dengan pertobatan hati. Tujuan utama menyebarkan Devosi Hati tepatnya adalah untuk menghasilkan suatu perubahan hati, yang akan berbuah transformasi kehidupan dari sebanyak mungkin orang. Transformasi kehidupan banyak orang pada gilirannya akan menghasilkan transformasi dan pemulihan masyarakat.

 

Saat untuk refleksi

“Pengalaman masa lampau dan masa kita sendiri

menunjukkan bahwa keadilan itu saja tidak mencukupi,

bahwa hal itu bahkan dapat menghantar pada penyangkalan dan pemusnahannya,

apabila daya kekuatan yang lebih dalam, yakni cinta,

tidak diperkenankan untuk membentuk kehidupan manusia

dalam pelbagai dimensinya.”

 (Paus Yohanes Paulus II, “Dives in Misericordia”, Kaya dalam Kerahiman, n. 12)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s