B.A.B. YANG MENGHARUMKAN

Hari Minggu, 23 Juli 2017 kemarin terlihat suasana yang cukup berbeda di pagi hari setelah Misa Minggu selesai. Banyak terlihat anak-anak PIA dan PPA berkumpul dan bercengkerama satu dengan yang lain di tempat parkiran mobil gereja St. Yoseph Purwokerto. Ternyata mereka lagi bersiap-siap berangkat ke Katedral.

Sambutan Rm Boni Pr, dinamika bersama Fr Randy dan ice breaking oleh Antiokhia (23/07/2017)

Paroki (Katedral) Kristus Raja sedang mengadakan kegiatan “KUMPUL ANAK DAN REMAJA” se-Dekanat Tengah yang diberi tema B.A.B (jangan diartikan sebagai Buang Air Besar). B.A.B disini adalah Bukan Anak Biasa. Kegiatan ini dibuat dalam rangka ulang tahun ke – 90 tahun Misi Kristus Raja saat para Misionaris pertama datang dan berkarya di Keuskupan Purwokerto dengan mulai di kota Purworejo, Purwokerto dan Tegal. Paroki yang tergabung dalam Dekanat Tengah adalah Paroki Katedral Kristus Raja – Purwokerto, Paroki Santo Yosep – Purwokerto, Paroki Santa Maria Immaculata – Banyumas, Paroki Santo Agustinus – Purbalingga dan Paroki Santo Antonius – Banjarnegara.

Anak-anak Paroki Sanyos sedang berdinamika dalam kelompok (23/07/2017)

“Visi dan Misi-nya adalah mengumpulkan anak-anak dan remaja se-Dekanat Tengah untuk saling mengenal dan bergembira bersama sambil mengenalkan kelompok kegiatan yang ada di gereja seperti Soma dan Anthiok yang merupakan kegiatan lintas paroki untuk anak remaja”, kata Pak Iwan selaku Panitia kegiatan. “Menumbuhkan iman dan benih panggilan diantara anak-anak juga menjadi tujuan utama”, beliau menambahkan.

Penampilan Anak-anak Paroki Sanyos di acara B.A.B. (23/07/2017)

Kegiatan yang dimulai pada jam 9 pagi dan berakhir pada jam 1 siang melibatkan lebih kurang 290 anak dan 40 pendamping dari 5 paroki se-Dekanat Tengah. Paroki SanYos sendiri mengambil bagian dengan membawa 28 anak (paroki) dan 25 anak (stasi Sokaraja) serta 10 pendamping. Tiap-tiap Paroki diminta untuk menampilkan sebuah karya selama 10 menit. Anak-anak paroki kita tercinta menampilkan sebuah gerak dan lagu. Mereka sudah mulai berlatih sejak 1 minggu sebelumnya. Yang cukup menarik adalah Romo Toro mengambil peran sebagai “pelatih gerak lagu”, Romo menggembleng anak-anak pada hari Sabtu malam setelah Misa Sabtu sore. Ada sedikit celoteh lucu dari beberapa anak yang sempat didengar, “capek ….., tapi seneng ….., kalau ngga bareng (kompak maksudnya), Romo langsung menghentikan dan minta diulang dari depan”.

Pada hari H, anak-anak Paroki kita tampil dengan semangat walaupun terlihat malu-malu dan grogi. “Ya …… bisa dimaklumi, namanya juga anak-anak”, kata salah satu orang tua yang anaknya ikut tampil. Om Deon sebagai koordinator Paroki SanYos menyatakan bahwa kegiatan tersebut bagus, anak-anak terlihat fun (gembira maksudnya) walaupun ada kalanya anak-anak sibuk main HP sendiri sementara acara masih berlangsung. “Perbedaan umur juga menjadi salah satu hal yang mesti dipikirkan agar acara bisa lebih pas dan mengena”.

BAB Sanyos-8
Anak-anak dr stasi St. Lukas Sokaraja dan Paroki St. Yoseph bersama para pendamping dan para Frater (23/07/2017)

Frater Rendy dan Frater Bram, bakal calon Romo Keuskupan Purwokerto yang sedang menyelesaikan studi di Kentungan, mengambil peran penting dalam membawa suasana kegembiraan bagi anak-anak. Tampilnya Frater pada kegiatan tersebut juga diharapkan bisa menarik minat anak-anak untuk mengikuti jejaknya menjadi frater – romo yang akan melayani dengan semangat pengorbanan dan penuh cinta kasih sehingga mereka bisa lebih disebut sebagai BUKAN ANAK BIASA.

Penulis:

Candra Prilyanto

*foto: lily karlina

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s