HAYATI LITURGI SEBAGAI PELAYANAN

Jumat Pekan Biasa XV, 21 Juli 2017

“Hari itu harus menjadi hari peringatan bagimu dan kamu harus rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun. Hari itu harus kalian rayakan sebagai suatu ketetapan untuk selama lamanya.” (Kel 12:14). Hari raya Paskah ditetapkan untuk diperingati sebagai hari pembebasan kaum Israel. Mereka melakukan tata cara memakan daging dengan cara berikatkan pinggang, berkasut karena hendak bergegas-gegas untuk keluar dari tanah Mesir menuju tanah yang dijanjikan Tuhan. Tata cara sangat berurutan. Siapa yang dilibatkan dalam makan dan bagaimana mengolahnya. Ada banyak kebiasaan dalam beribadah. Tata cara itu kemudian menjadi “liturgi” yang selain dikenang juga melibatkan banyak orang. Kehadiran kita dalam peribadatan atau keliturgian bukan untuk kepentingan diri sendiri melainkan untuk memenuhi aturan yang ditetapkan Tuhan. Semoga kita menjadikannya sebagai pelayanan kita bagi Tuhan dan sesama. Tinggal menghayatinya dengan baik. Soter@bdtoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s