RENUNGAN

HIDUP KITA SEBAGAI JALAN TUHAN

Kamis Pekan Biasa XIV, 13 Juli 2017

“Maka mendekatlah mereka. Kata Yusuf lagi, ‘Akulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir. Tetapi sekarang janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini, sebab demi keselamatan hidup kalianlah Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir’.”(Kej 45:1-5). Dimata saudara-saudaranya Yusup dianggap tidak ada, mati, hilang atau lenyap. Ketika musibah kelaparan terjadilah perjumpaan antar saudara dan mereka tidak saling mengenal. Yusup mengenal mereka. Raganya ada di Mesir tetapi jiwaNya kepada Yahwe. Jiwa kepada Yahwe yang telah menghapus sakit hati dan mengubahnya menjadi berkat. Yusup melihat bahwa ada rencana Yahwe. Derita yang diterima Yusup dilihatnya sebagai persiapan atau utusan Allah mendahului saudaranya ke Mesir. Raga kita bisa ada di satu tempat tetapi jiwa kita sering berseberangan. Jiwa kita sering lebih kreatif tetapi kerap kurang melihat hidup kita sendiri sebagai jalan Tuhan. Jiwa kita jauh dari Tuhan. Soter@bdtoro

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.