YANG ISTIMEWA DALAM PERAYAAN SABTU IMAM DI PAROKI SANYOS

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Inisiatif dari umat mendoakan dan mendukung para imam.

Sudah menjadi tradisi dalam Gereja Katolik, termasuk Paroki St. Yoseph Purwokerto merayakan secara khusus Sabtu Imam, suatu kesempatan bagi umat melibatkan diri dalam karya panggilan para imam bukan hanya dalam bentuk keprihatinan, tetapi juga mendoakan dan merayakan ekaristi bersama sebagai bagian anggota tubuh Kristus yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Selain itu umat juga menyadari anugerah “imamat umum” untuk menguduskan gereja dan dunia lewat tugas pelayanan dan kesaksian nyata dalam hidup sehari-hari.

Kegiatan Sabtu Imam di Paroki Sanyos awalnya merupakan inisiatif dari kelompok kategorial Legio Maria di paroki Sanyos. Inisiatif itu ditanggapi positif oleh tim liturgi dan menjadikannya sebagai suatu kegiatan rutin sejak bulan Juli 2016. Hasilnya kegiatan ini menjadi semakin menggeliat.

Pada hari Sabtu pagi, 8 Juli 2017 seusai misa, umat menikmati hidangan makan bersama secara sederhana di teras belakang Gereja. Di sela-sela makan bersama itu, Ibu Angelic, salah seorang Legioner yang ikut menggagas kegiatan ini sempat ditemui penulis dan menyampaikan pendapatnya, “Saya merenungkan bahwa Bunda Maria Ratu Para Imam  (Regina Presbiterorum) melindungi dan mendekap para imam dalam situasi apapun, maka legioner sebagai pengikut Maria wajib mendukung para imam dalam situasi apapun, dalam bentuk doa, kehangatan kasih dan dukungan, serta berinisiatif merangkul umat ke arah itu.” Bu Angelic berharap misa Sabtu Imam ini dapat menggerakkan semakin banyak umat untuk mendoakan para imam dan calon imam, juga para biarawan-biarawati. “Di paroki kita ada 2 novis dan 1 seminaris di Mertoyudan yang perlu didoakan. Juga ada beberapa Putra Putri Altar (PPA) yang secara personal sudah greget ingin menjadi romo atau suster. Hal ini juga harus terus dipupuk” tambahnya

Apa yang istimewa pada perayaan Sabtu Imam di Sanyos ?

Kegiatan Sabtu Imam di Paroki Sanyos memiliki beberapa keistimewaan sebagai berikut:

  1. Perayaan Ekaristi selalu dipimpin secara konselebrasi oleh kedua romo yang berkarya di paroki ini, yakni Romo Dwiyantoro, Pr dan Romo Kristiadji, MSC.
  2. Umat yang terlibat lebih banyak dibandingkan dengan Perayaan Ekaristi harian. Jumlah rata-ratanya antara 100 sampai dengan 150 orang (bandingkan dengan jumlah umat yang hadir di misa harian sekitar 50 orang)
  3. Perayaan Ekaristi selalu diiringi oleh organis dan kelompok koor, baik dari lingkungan-lingkungan maupun kelompok- kelompok kategorial.
  4. Tidak hanya santapan rohani yang didapat umat tetapi santapan jasmani juga, karena setelah misa umat membaur minum dan makan pagi bersama, bahkan para romo tidak mau ketinggalan dengan melayani umat membagikan minuman atau makanan.

Saat makan bersama itu, Pak Handoko berinisiatif menyediakan keyboard pribadinya sekaligus memainkannya dan memasang peralatan sound system yang praktis. Beberapa umat menyumbangkan suaranya untuk menyanyikan lagu-lagu rohani maupun tembang-tembang populer, keroncong dan sebagainya. Suasana kehangatan dan kebersamaan menjadi semakin terjalin di antara para Romo, Suster dan umat paroki.

Mengenai makanan dan minuman yang disediakan bagi umat, Bu Angelic menyampaikan hal yang istimewa, “kami tidak pernah meminta, mengedarkan list atau mencari sumbangan. Bahkan Legio Maria tidak menggunakan kas, tetapi secara spontan mengkoordinir umat menjelang Sabtu imam: siapa mau membawa apa, secara sukarela. Prinsipnya umat dapat memberi perhatian dan dukungan tanpa terpaksa. Demikian pula halnya kehadiran dan doa mereka diharapkan dilakukan secara iklas dan sukarela. Ini merupakan berkat yang patut disyukuri dari dan oleh umat paroki Sanyos”.

Bapak Fatanto dari Lingkungan Santo Ignatius yang rajin mengikuti misa harian mempunyai kesan tersendiri. “Kegiatan Sabtu Imam semacam ini baru saya alami dan rasakan di gereja Sanyos. Saya melihat dan merasakan adanya suatu kebersamaan dan rasa persaudaraan lewat misa dan makan bersama ini, sehingga umat merasa akrab seperti saudara sendiri, baik antar umat maupun keakraban umat dengan kedua romo kita.” Lebih lanjut Pak Fatanto mengungkapkan harapannya, “Saya berharap dengan kegiatan semacam ini ada satu ketertarikan dari umat yang belum tahu dan belum sempat mengikuti misa pagi, khususnya pada pada hari Sabtu Imam. Saya yakin bahwa umat yang belum hadir suatu saat akan tergerak untuk hadir karena undangan Tuhan Yesus.”

Demikianlah tulisan sederhana seputar kegiatan hari Sabtu Imam. Semoga kegiatan ini dapat tetap berlanjut dan semakin menjadi dukungan bagi para Imam, biarawan-biarawati, seminaris dan tumbuhnya panggilan di Paroki Sanyos. Selain itu umat paroki juga semakin diberkati dan diteguhkan untuk menghayati imamat umum dalam tugas pelayanan di tengah keluarga, gereja dan masyarakat. Berkah Dalem. 

Penulis:

Pak Marwoto
V. Marwoto Kabid Liturgi Paroki St. Yoseph

 

 

 

 

 

 

 

Slideshow foto: diambil dr FB Handoko Pratiknyo (album Sabtu Imam bulan Mei 2017)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s