IBU-IBU ST. MONIKA SIAP LEBIH MENGASIHI DAN MELAYANI YESUS DI TENGAH GEREJA DAN MASYARAKAT

Berawal dari kerinduan untuk berkumpul dan saling berbagi

Minggu, 18 Juni 2017, setelah mengikuti Perayaan Ekaristi HR. Tubuh dan Darah Kristus, 12 Ibu-ibu menuju ke ruang St. Anna Paroki St. Yoseph Purwokerto untuk mengadakan pertemuan rutin. Sebagian besar dari Ibu-ibu ini sudah berumur di atas 50 tahun dan berstatus warakawuri atau janda. Dalam pertemuan rutin ke 7 ini yang hadir lebih sedikit dari biasanya karena beberapa Ibu lainnya berhalangan.

Berawal dari kerinduan untuk berkumpul dan saling berbagi, Ibu-ibu warakawuri ini mengadakan pertemuan perdana pada tanggal 16 Oktober 2016. Meskipun belum menjadi suatu kelompok kategorial resmi di paroki, namun Ibu-ibu ini sepakat untuk mengadakan pertemuan rutin setiap minggu kedua. Dalam pertemuan itu, para Ibu berdoa bersama, mendengarkan Kitab Suci atau renungan, saling berbagi pengalaman dan saling memperhatikan dalam suatu komunitas. Di tengah keterbatasan yang ada, para Ibu juga ingin tetap dapat mewujudkan pelayanan di tengah gereja dan masyarakat. Seturut teladan Santa Monika (seorang janda, Ibunda Santo Agustinus) yang tekun berdoa bagi pertobatan putranya, Ibu-ibu Monika paroki St Yoseph juga ingin tekun berdoa bersama bagi siapapun yang membutuhkan doa dan uluran kasih.

Dalam pertemuan bulan Juni ini, para Ibu Monika memberanikan diri untuk membentuk suatu kepengurusan sebagai langkah persiapan untuk mengembangkan kelompok ini agar dapat dikelola dengan lebih baik dan membawa lebih banyak manfaat bagi gereja dan masyarakat. Keberanian itu muncul setelah Ibu-ibu Monika St Yoseph mengundang pengurus Perhimpunan Warakawuri Katolik (PWK) St. Monika Keuskupan Purwokerto pada pertemuan tanggal 21 Mei 2017.

Ibu St Monika-3
Ibu-ibu St Monika Paroki St Yoseph foto bersama Pak Agus (Kabid Koinonia), Pak Hence (TimKer Kategorial), Bu Lis dan Bu Kirman selaku Pengurus PWK St. Monika Keuskupan Purwokerto (Minggu 21/05/2017)
Ibu St Monika-8-horz.jpg
Nasi kuning dan lauk pauk sederhana yang dibawa oleh Ibu-ibu St Monika (21/05/2017)

Sambil merayakan kegembiraan Paskah dengan makan nasi kuning beserta segala lauk pauknya yang dibawa dengan sukarela oleh masing-masing anggota,  para Ibu janda ini ingin mengenal lebih jauh tentang kelompok warakawuri. Bu Elisabet dan Bu Kirman sebagai pengurus di tingkat keuskupan hadir untuk memperkenalkan secara singkat apa itu PWK St. Monika, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangganya dan keadaan umum perhimpunan di wilayah Keuskupan Purwokerto.

Ibu St Monika-9-horz.jpg
Bu Elisabet sedang memperkenalkan Perhimpunan Warakawuri Katolik (PWK) St. Monika (21/05/2017)

Di banyak paroki lain, PWK St Monika ini sudah lama terbentuk dan secara rutin juga mengadakan pertemuan di tingkat Keuskupan. Bu Lis dan Bu Kirman juga memberikan buku panduan untuk dipelajari bersama. Saat itu hadir pula Bp. Agus Gudyana sebagai Kabid Koinonia DPP St. Yoseph dan Bp Hence (Ketua Timker Kategorial Paroki). Bp Hence sempat memberi sambutan yang pada intinya siap mendukung para Ibu untuk berkiprah sebagai suatu kelompok kategorial di paroki.

Siap menjawab pertanyaan Yesus untuk mengasihi dan melayaniNya

Dari rangkaian pertemuan terdahulu itulah, Ibu-ibu warakawuri Paroki St. Yoseph akhirnya sepakat untuk membentuk suatu kepengurusan dalam pertemuan bulan Juni ini. Ibu Kim Lian memimpin doa pembukaan agar pertemuan dapat berlangsung dengan baik dan dihasilkan para calon pengurus Perhimpunan Warakawuri Katolik St. Monika Paroki St. Yoseph. Kemudian Rm Kristiadji memberikan beberapa butir permenungan bagi para Ibu dalam menyiapkan hati menerima tawaran Tuhan untuk melayani Dia dan gerejaNya. Ditekankan keterbukaan hati untuk fokus mendengarkan pertanyaan dari Yesus yang disampaikan pada Petrus, “Apakah Engkau mengasihi Ku?”. Biarlah pertanyaan itu kini juga bergema dalam hati Ibu-ibu. Kemudian Ibu-ibu diajak untuk mendengarkan pula apa yang berbisik di dalam hati sebagai jawaban atas pertanyaan Yesus itu.

Ibu St Monika-6.jpg
Proses pemilihan pengurus St. Monika didahului sharing (18/06/2017)

Setelah itu Ibu-ibu diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan, pikiran dan harapan terkait tawaran untuk pelayanan sebagai pengurus dalam kelompok ini. Beberapa Ibu membagikan apa yang dialami, dirasakan dan dipikirkan mereka. Sempat muncul berbagai kekhawatiran karena kesibukan dalam keluarga, keterbatasan mobilitas akibat faktor “U” (usia), adanya “suara-suara sumbang” di tengah umat dan perasaan ketidakpantasan. Bersyukur, di balik semua itu masih lebih kuat terdengar ajakan Yesus dan kerinduan untuk menjawabnya dengan menyediakan diri menjadi pengurus.

 

Menjadi pengelola dari apa yang dimiliki dan dipercayakan Yesus

Ibu St Monika-7
Dalam musyawarah dan suasana persaudaraan, Ibu-ibu memilih pengurus PWK St. Monika Paroki Sanyos (18/06/2017)

Akhirnya tanpa pemungutan suara tertutup atau prosedur pemilihan yang rumit tetapi cukup melalui musyawarah, Ibu-ibu dengan segala kerendahan hati, terbuka dan sukarela menerima tugas pelayanan sebagai pengurus. Mengapa demikian? Karena semua merasa memiliki dan turut bertanggungjawab atas kelompok ini. Sejatinya semua menjadi pengurus atau pengelola dari apa yang dimiliki dan dipercayakan oleh Yesus sendiri, Sang Pemilik Utama Gereja. Beberapa Ibu hanya merelakan diri dan diberi kepercayaan oleh teman-teman lainnya untuk mengordinir urusan atau tugas-tugas bersama demi perkembangan kelompok. Maka terbentuklah susunan pengurus yang disepakati sebagai berikut:

  • Ketua I: Ibu Stefani
  • Ketua II: Ibu Yayang
  • Sekretaris: Ibu Yetty
  • Bendahara: Ibu Nico
  • Sie Liturgi: Ibu Siok Ham

Kepengurusan ini masih bisa dikembangkan lagi di kemudian hari sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan peresmian atau pelantikannya belum dapat dipastikan waktunya dalam pertemuan ini. Kemudian dibicarakan beberapa hal lain yang berakhir dengan beberapa kesepakatan berikut:

  • Kelompok ini dibentuk atas dasar kasih dan kesediaan diri untuk melayani Tuhan dan sesama seturut teladan St. Monika, maka semua anggotanya bersedia hadir dan melibatkan diri dalam setiap kegiatan untuk mewujudkan semangat dasar tersebut
  • Dalam setiap pertemuan diadakan iuran sukarela (tanpa ditetapkan jumlah nominalnya) yang setiap bulannya akan diserahkan ke pengurus PWK St. Monika Keuskupan Purwokerto sebesar 40% dan dimasukkan ke kas untuk membeayai kegiatan  PWK St Monika paroki sebesar 60%.
  • Semua keperluan dalam pertemuan dan lain-lain ditanggung bersama oleh seluruh anggota dengan dikoordinir oleh para pengurus.

Pertemuan diakhiri dengan doa dan mohon berkat Tuhan untuk hidup dan pelayanan para Ibu di tengah keluarga, gereja dan masyarakat. Tak lupa diucapkan terima kasih kepada para Romo, DPP St Yoseph dan seluruh umat yang mendukung Ibu-ibu St. Monika. Diharapkan kelompok ini dapat terus berkembang menjadi saluran kasih dan berkat Tuhan. Bagi para Ibu warakawuri atau janda di paroki St. Yoseph yang belum sempat bergabung, kami sangat mengharapkan kehadirannya di setiap pertemuan pada Minggu kedua pkl.09.00 WIB. Selama Tuhan masih menganugerahkan kehidupan dan memampukan kita, mari kita mengasihi dan melayani-Nya di tengah keluarga, gereja dan masyarakat.

“Santa Monika, doakanlah kami”

Penulis:

Bu Stefani.jpgIbu Yetty

Ibu Stefani dan Ibu Yetty

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s