RAHMAT KEHENINGAN

HR. Kelahiran Yohanes Pembaptis, Sabtu 24 Juni 2017

Bacaan I: Yes 49:1-6

Mazmur: Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15

Bacaan II: Kis 13:22-26

Injil: Luk 1:57-66.80

“Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini, “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya.” (Luk 1:57-66). Tanda istimewa dari Tuhan sudah dapat dikenali. Tanda yang menyertai Yohanes. Dikandung dari keluarga yang sudah lanjut. Yang siang malam berdoa memohon keturunan. Dikunjungi Maria dan ditemani sampai kelahirannya. Ayahnya kena bisu 9 bulan. Nama anaknya bukan marga atau klen Zakharia tetapi dengan batu tulis namanya “Yohanes” lalu makanan madu hutan serta tinggal di padang gurun sampai saatnya tiba. Puasa bicara atau bisu selama 9 bulan seusia dengan bayi dalam kandungan. Saat itu saat penting untuk mengolah dalam batin dalam kepasrahan total pada Tuhan. Saatnya lahir saatnya menumpahkan syukur berlimpah. Bayi lahir dan pengikat lidahnya lepas. Sanggupkah kita “mengandung” penyerahan total atau keheningan bersama Tuhan? Atau kita masih sibuk dengan segala urusan ego kita sendiri? Saat di kehidupan masyarakat digelorakan untuk melahirkan “fitri”/ suci, sebaliknya kita diajak untuk bermenung kekuatan kesanggupan kita untuk “mengandung” memelihara rahmat keheningan atau kepasrahan. Doa Charles de Foucold PS 220 dapat menjadi inspirasi kita. Soter@bdtoro

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s