BERBAGI KEGEMBIRAAN KABAR BERITA

Narasi pelatihan menulis di Paroki Santo Yoseph Purwokerto, 16 Juni 2017.

Dewasa ini masyarakat dibuat gembira dengan sarana media komunikasi sosial modern. Mereka mengabarkan berbagai kegiatan melalui medsos, misalnya hendak makan, lantas memotret makanan tersebut dan mengunggah di medsos. Pada saat berziarah mereka memotret keberadaan mereka di tiap titik peziarahan, lantas saat itu juga mengunggahnya di akun medsos mereka.

Mengapa tidak kegembiraan pribadi terutama umat Katolik Paroki itu “ditarik” menjadi kegembiraan bersama dalam konteks paroki? Ruang kegembiraan bersama itu adalah media yang dipunyai paroki.

Pelatihan menulis-3.jpgMenulis pada dasarnya adalah kegiatan yang menggembirakan. Mengapa, karena menulis sesungguhnya berada dalam wilayah otak kanan. Dalam gambaran besar otak kanan dan otak kiri, menulis menjadi “kegiatan” yang dalam “kendali” dan “wilayah kerja” otak kanan. Termasuk di antaranya adalah kegiatan berkesenian, bermain, bercerita, bermain musik, dsb. Suasana gembira-bermain itu semestinya menjadi suasana yang ditumbuhkan ketika kita menulis.

Pelatihan menulisJadi, pertama-tama, menulislah dengan bebas. Tanpa terganggu atau dihantui ketakutan benar salah, baik atau buruk.

Pada saatnya, akan ada kebutuhan untuk mengakses data-data, pengetahuan mengenai aturan, ketentuan yang benar dan tepat terkait tulisan yang berada di “wilayah kerja” otak kiri. Hal ini dijalankan ketika proses awal menulis telah usai. Kegiatan ini dinamakan editing.

Ketika sebuah peristiwa terjadi, orang membutuhkan beberapa informasi dasar. Informasi yang dimaksud adalah; apa peristiwa tersebut; kapan terjadi; di mana kejadiannya; siapa saja yang terlibat dalam peristiwa; mengapa hal itu terjadi/apa alasan peristiwa; dan bagaimana peristiwa berlangsung. (dikenal dengan 5W+1H).

Pelatihan menulis-2

Enam hal tersebut dalam ilmu jurnalistik dinamakan unsur berita. Unsur berita itu adalah hal yang dibutuhkan atau dicari oleh orang lain atau pembaca/pendengar/pemirsa media. Maka, sebisa mungkin, ketika kita dalam posisi sebagai penyampai berita, lengkapilah enam unsur berita tersebut. Dengan demikian kita menghargai sekaligus memenuhi kebutuhan dari orang yang menerima pesan kita (pembaca/pendengar/pemirsa).

*Keterangan: Tulisan ini diangkat dari proses dan bahan pelatihan menulis yang diadakan di Paroki St. Yoseph Purwokerto (Jumat, 16 Juni 2017). Peserta berjumlah 70 an dan terdiri dari para pengurus lingkungan, stasi, kelompok kategorial paroki. Mas Sutriyono yang menjadi pembicara utama adalah tim kerja komsos Paroki Sanyos. Tindak lanjut dari pelatihan ini ialah: para peserta diminta menulis profil stalingkat nya masing-masing (deadline 17 Juli 2017 pada saat Semiloka Pastoral Berbasis Data). Tugas tambahan: mengirim tulisan seputar dinamika stalingkat atau kesaksian tentang salah seorang anggota umat/keluarga.

Penulis:

Mas Sutriyono
R. Sutriyono Penggiat menulis & komsos. WA: 0895347347563
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s