Bagian 10 SUATU VISI YANG BERKEMBANG TENTANG DEVOSI HATI KUDUS (Lanjutan)

Gereja, Ekaristi dan sakramen-sakramen lain, tetapi juga orang-orang yang peduli terhadap mereka yang miskin dan sakit, orang-orang yang mengupayakan perdamaian dan kesatuan serta mererka yang saling mengampuni – semuanya dilihat oleh Chevalier sebagai anugerah-anugerah dari Yesus, Hati Kudus, kepada kita.

Luarbiasa juga visi Chevalier tentang suatu dunia baru yang muncul dari Hati Yesus, yang ditikam di Kalvari. Hati Kristus yang tertikam dan terluka, yang dilihat oleh St Yohanes sebagai sumber darah dan air, kelahiran hidup baru, bagi Chevalier adalah tanda agung akan pengharapan bahwa Allah bekerja di dunia yang terpecah. Hati inilah yang mengubah masyarakat yang terluka menjadi suatu masyarakat baru, dan mengubah dunia lama ini menjadi dunia baru. Ia melihat dunia baru ini, yang ditandakan oleh Gereja, tidak hanya dalam perayaan-perayaan liturgisnya, tetapi juga dalam diri orang-orang yang peduli terhadap mereka yang miskin, sakit dan cacat, seperti halnya juga dalam diri mereka yang terus menerus mencintai orang-orang lain, bahkan bilamana mereka sendiri terluka oleh relasi yang rusak atau hati yang patah.

Dengan terus menerus merenungkan arti Devosi Hati Kudus, Chevalier membarui gambarannya tentang Allah. Sampai akhir hidupnya ia berupaya untuk memperdamaikan keyakinannya tentang seorang Allah yang mencintai umat manusia tanpa syarat, dengan keadilan Allah, dan bagaimana menyelaraskan cinta Allah yang diwahyukan dalam Hati Yesus dengan laporan-laporan biblis tentang kemarahan Allah terhadap para pendosa. Ia tidak pernah sepenuhnya menyelesaikan ketegangan ini, tetapi pada akhirnya ia dapat menulis: “Allah adalah kasih, Allah adalah kasih itu sendiri. Allah memandang dengan kasih yang amat besar kepada kaum yang terkecil, yang terhina dari makhluk-makhluk ciptaan-Nya.”

 

 Saat Untuk Refleksi

“Allah adalah kasih itu sendiri.
Kasih yang tak terhingga ini…
telah mewujudkan diri dalam hati manusiawi,
Hati Yesus… sakramen-Nya yang hidup.”

“Hati Yesus adalah Hati Allah,
pusat kasih ilahi;
gambaran Hati Allah.

“Melalui hati Kristuslah
kasih Allah, yakni Allah sendiri,
tercurah ke dalam dunia
dan umat manusia”

(Jules Chevalier, 1900)

*image: penelusuran google

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s