MISA TAHBISAN USKUP AGUNG SEMARANG, MGR. ROBERTUS RUBIYATMOKO

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mgr Rubiyatmoko: “Cita-cita saya bukan menjadi Uskup”

Bukan kegembiraan serta sikap rela hati menerima pengangkatan sebagai Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko waktu itu justru spontan merasakan penolakan yang muncul dari dalam hatinya.

“Sekali lagi, cita-cita saya bukan menjadi uskup. Ketika mendapat pesan dari Nuncio Mgr. Antonio Guido Filipazi yang berbunyi ‘I want to meet you ASAP,’ spontan hape saya lempar ke meja,”ujar Moko, panggilan kecil uskup terpilih.

Rubiyatmoko merasa akan ada tugas besar yang bakal diembannya. Karena itu, pada saat menghadap Duta Besar Vatikan untuk Indonesia ini di kantornya di Jakarta, suasana hatinya tidak karuan. “Hati saya tidak tenang sama sekali,!”

Lalu ketika Sang Dubes mengucapkan dengan jelas bahwa Moko dipilih Paus Fransiskus menjadi Uskup Agung Semarang, dorongan emosi yang sangat kuat menggelegar dari dalam dirinya. Moko tidak bisa berbuat apa-apa. “Ini yang saya nggak mau,”tegasnya saat itu.

Moko pun masih bernegosiasi meski akhirnya tetap menerima tugas itu. “Saya tanya, ini sebuah keharusan atau pilihan. Dan Nuncio bilang, ini bukan pilihan, tapi keharusan.”ujar Moko.

Sebagai orang hukum, Moko menyadari kata ‘harus’ berarti tidak bisa ditolak. “Tuhan selalu mengejutkan dan tidak ada kata lain selain mengiyakan,”ujar Nuncio.

Surat Paus Fransiskus tentang Pengangkatan Mgr. Rubi sebagai Uskup Agung Semarang

Tahbisan Uskup KAS-24DIBACAKAN oleh Duta Besar Vatikan Mgr Antonio Guido Filipazi, surat pengangkatan Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai Uskup Agung Semarang dan harus disampaikan kepada seluruh umat dalam Ekaristi Penahbisan Uskup Agung Keuskupan Semarang di Lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang. Berikut bunyi surat itu :

————————————————————————————————

Fransiskus, Uskup
Hamba dari Para Hamba Allah
Kepada Putra Terkasih Robertus Rubiyatmoko dari Klerus Gereja Metropolitan Semarang yang diangkat sebagai Uskup Agung Metropolitan dari tahta yang sama.
Salam dan Berkat Apostolik

Dengan memperhatikan semua gereja lokal karena kewajiban apostolik tertinggi kami yang kami laksanakan hari ini, kami berpendapat patut memperhatikan Gereja Metropolitan Semarang yang saat ini tahtanya lowong karena kematian Gembalanya Yohanes Maria Pujasumarta yang kami kenang kebaikannya.

Dan karena Anda Putera Terkasih memiliki kurnia hati dan pikiran yang elok dan ahli dalam bidang pastoral serta Hukum Kanonik kami pandang pantas menjadi pemimpin dari gereja ini setelah memperhatikan kesimpulan Kongregasi bagi Evangelisasi Bangsa-bangsa maka berdasarkan kuasa Apostolik kami, kami mengangkat Anda menjadi Uskup Agung Metropolitan Semarang dan memberi semua hak dan kewajibannya.

Mengenai tahbisan episkopal Anda, kami mengizinkan agar Anda dapat menerimanya di luar Kota Roma melalui setiap Uskup Katolik sambil memperhatikan pedoman liturgi. Sebelumnya Anda harus melakukan pengakuan Iman Katolik dan mengucapkan sumpah kesetiaan kepada kami dan penerus kami seturut Hukum Kanonik. Kami memerintahkan juga agar surat ini disampaikan juga kepada klerus dan umat ini serta kami menganjurkan klerus juga umat agar menerima Anda dengan tangan terbuka dan tetap bersatu dengan Anda.

Terakhir, kepada Anda Putera Terkasih, melalui perantaraan Santa Perawan Maria, kami mohonkan karunia terbaik dari Surga sehingga dalam pimpinan Anda dan dengan mengikuti teladan Anda, umat beriman Semarang setiap harinya dapat semakin mengenal dan mengasihi Allah serta dengan mengikutiNya dapat berjuang untuk menjadi suci sambil mengingat perkataan pendahulu kami Santo Leo Agung,“Sesungguhnya Allah sendiri berkata, jadilah kudus karena Aku kudus. Lakukanlah apa yang aku kasihi. Kasihilah apa yang aku lakukan.”

Semoga rahmat dan damai Allah selalu bersama Anda dan semua klerus serta umat beriman dari tahta Metropolitan terkasih di Indonesia.

Diberikan di Roma dari Santo Petrus pada tanggal 18 Maret 2017 pada tahun kelima Kepausan kami

Fransiskus

Mgr Suharyo: “Jangan cukur kumisnya, Bapa Uskup”

Tahbisan Uskup KAS-23

Beberapa  waktu sesudah terpilih sebagai Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko bertemu dengan Uskup Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo menyampaikan celotehan umat dan koleganya mengenai kumisnya.

“Beliau minta pertimbangan saya apakah kumis tebal yang dimilikinya sebaiknya dibiarkan atau dicukur,” ujar Suharyo saat homili pada Perayaan Ekaristi Penahbisan Uskup Keuskupan Agung Semarang, di Lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang, Jumat (19/5/2017).

Uskup Agung Jakarta yang tadinya juga Uskup Agung Semarang ini lalu menjawab “Jangan, Bapa Uskup. Biarkan saja kumisnya,”ujarnya.

Menurut Suharyo, sikap uskup terpilih ini merupakan tanda kesediaan untuk meninggalkan segala sesuatu untuk melayani umatnya. “Persis Santo Paulus yang mengatakan, kalau makan daging korban menjadi batu sandungan, seumur-umur saya tidak akan makan daging lagi,” tutur Suharyo.

Suharyo lalu menjelaskan bahwa ketika menasihati para rasul, Yesus mengatakan bahwa saking cintanya Tuhan rambut kepala mereka pun dihitung. “Kalau rambut kepala dihitung, pasti rambut kumis juga. Jadi, tak usah dibuang. Kalau perlu disemir,” tegas Suharyo.

                           Tahbisan Uskup-26Lambang-mgr_rubi

Mgr Rubi akan menggembalakan umat KAS dengan dijiwai semangat: “Quærere et Salvum Facere”, yang artinya “Mencari dan Menyelamatkan” (Luk 19:10)

 

diolah dari sumber: http://www.sesawi.net

foto: FB Lily Karlina

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s