TULUS MELAYANI TUHAN DAN UMAT DI MINGGU PALMA

Daun-daun palma sudah tertata di meja dekat pintu gereja.  Hijau segar terkena tetesan hujan yang mengguyur sejak siang hari, sudah mulai dikibaskan sehingga tidak terlalu membasahi lantainya. Andre, salah satu panitia Paska sudah berada di gereja tiga jam sebelum misa dimulai untuk memastikan tersedianya palma-palma tersebut. Minggu 9 April sore, menjadi saat yang ketiga kalinya ia membantu menyiapkan keperluan perayaan Minggu Palma di paroki St Yosep.

Sabtu, 8 April ia meninggalkan pekerjaan di rumahnya untuk pergi ke gereja bersama rekan panitia yang lain untuk mengatur aula yang akan digunakan prosesi utama Minggu Palma. Pembagian area dengan sekat tali rafia dan umbul-umbul simbol tiap lingkungan telah diletakkan di barisan aula. Juga panggung altar untuk upacara pembuka. Belum lagi bangku di gereja. Semua dipastikan tersiapkan dengan baik. Sampai jadual ketiga Minggu, 9 sore itu ia menyiapkannya dan sampai selesai upacara lalu membereskannya. Tergurat lelah tiga kali melayani perayaan misa Minggu Palma di paroki St Yosep. “Tiga kali misa saya hadir terus. Ini sudah jadi tanggung jawab kita bersama. Panitia wilayah III paroki St Yoseph ini sejak awal sudah diingatkan bahwa sudah ada kekompakan. Kita syukuri sebab kita berada di lokasi yang berdekatan. Moga-moga perayaan Tri hari suci juga seperti ini. Semua panitia ikut sejumlah misa yang diselenggarakan di paroki.” ungkapnya setelah membereskan daun-daun palma yang tidak diambil umat di sekitar pintu gereja.

Seragam merah bagian atas dan bawah gelap menjadi seragam khas yang disepakati oleh panitia Paska ini. Tentu saja ikut menghiasi dekorasi gereja yang dominan dengan daun-daun palma dan warna kain merah.

Perayaan Minggu Palma itu sendiri berlangsung tertib. Misa sabtu sore dipimpin Rm Toro tanpa ada guyuran hujan dan umat memenuhi hamper seluruh bangku gereja. Tanpa perarakan dan dengan kisah sengsara dibacakan, perayaan berlangsung 1,5 jam. Sementara Minggu Pagi, dengan perarakan dimulai dari aula menyusuri sepanjang jalan Kenanga, M Yusup dan masuk ke jalan kaliputih. Umat berarak bersama Rm Toro yang menunggang kuda (karena tidak ada keledai) sambil mengelu-elukan Yesus Sang Raja dengan lagu-lagu pujian. Sesampai di gereja, umat menempati semua bangku hingga meluber ke teras gereja. 2 jam 15 menit perayaan berlangsung dengan kisah sengsara yang dinyanyikan. Paduan suara dari anak-anak SD Karitas mengiringi  misa ini dengan kolintangnya. Sedangkan misa ketiga pada minggu sore, kendati sempat diguyur hujan, dihadiri oleh umat yang juga memenuhi gedung gereja. Rm Kristiaji, yang memimpin perayaan ekaristi ketiga mengajak umat untuk memasuki pekan suci dengan iman dan cinta yang tulus, tidak berperan sebagai pengkianat Yesus atau penjual Yesus.

“Tiga kali hadir di gereja, sungguh melelahkan. Tetapi senang. Bisa melayani dengan baik.” ungkap Andre. Melayani di Minggu Palma masih akan berlanjut dengan perayaan Tri Hari Suci. Rangkaian panjang perayaan iman ini akan mendatangkan kesukaan bila pelayanan dijalankan dengan ketulusan. Semoga kelemahlembutan Yesus yang datang ke Yerusalem, sebagai awal pekan suci, menjadi peneguhan pelayanan umat beriman.

Soter@bdtoro

rm toro
Rm. Agustinus Dwiyantoro Pr
Romo Paroki St Yoseph Purwokerto
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s