PASUTRI SANYOS MEMBARUI KESETIAAN DI PERAYAAN PERKAWINAN SEDUNIA

Berkah Dalem,

Minggu 12 Februari, dalam perayaan Ekaristi pagi, di Paroki Santo Yosep Purwokerto dilaksanakan peringatan Hari Perkawinan Sedunia. Sejumlah 36 pasutri dari berbagai usia perkawinan memeriahkan perarakan Ekaristi. Berseragam putih bagian atas dan hitam bagian bawah, secara bergandengan mereka berarak dengan membawa lilin dan setangkai bunga. Perarakan diiringi lagu Berkatilah dan masing-masing pasangan meletakkan bunga dan lilin di depan patung Bunda Maria. Jumlah ini mewakili jumlah tahun sejak dirintis pertama kali perayaan tersebut tahun 1981. Selain itu petugas liturgi melibatkan pasutri baik lektor, pemazmur, doa umat dan petugas tatib, kolektan dan persembahan.

“Apa kata utama dalam perjalanan perkawinan yang dominan?,” tanya romo paroki dalam kesempatan renungan bagi ke -36 pasang. Mereka serentak menjawab “setia”. Tanpa perintah bersama, ungkapan yang dominan adalah setia.

Selanjutnya romo paroki menyampaikan ungkapan pertama dalam ikrar perayaan yang salah satunya adalah membangun hubungan otentik dengan Yesus Kristus sebagai dasar hidup keluarga. Kekuatan ini senada dengan kekuatan Sabda dimana Yesus mengatakan “Aku datang bukan meniadakan Hukum Taurat melainkan menggenapinya”. Pasutri makin berelasi dengan Yesus Kristus sebagai kegenapan atas seluruh ketentuan hidup dalam Tuhan.

Doa untuk pasangan

Dalam perayaan itu pula dipersembahkan doa untuk pasangan. “Dalam doa umat ini, semua umat yang hadir yang datang dengan pasangannya, Silahkan memegang tangan pasangan masing-masing dan dengan tulus ikhlas mendoakan seperti saat dahulu mengikat janji perkawinan. Jangan tangan orang lain,” imbau Romo Paroki dalam kesempatan pengantar doa umat.

Seluruh pasangan yang datang mendaraskan doa yang telah disiapkan dan sengaja disusun untuk perayaan tersebut. Sementara itu, paduan suara Pasutri Kana mengiringi perayaan ini.

Perayaan perkawinan sedunia ini memang dilaksanakan di Paroki Sanyos pada tanggal tanggal 12, bukan tepat pada hari peringatan peringatan perkawaninan sedunia yang jatuh tanggal 14. Diprakarsa Koordinator ME paroki, hari minggu tanggal 12 dipilih mengingat ada berbagai kegiatan selama sepekan ini seperti seminar keluarga dan Novena Hati Kudus Yesus. Koordinasi lintas bidang dan kategorial dalam menyelenggarakan kegiatan yang baru pertama ini mendapat apresiasi dari umat yang datang.

 “Kami puas dan bersyukur atas perayaan ini,” demikian ungkap salah satu pasutri yang ikut perarakan. “Mungkin dalam kesempatan lain dapat dilanjutkan dengan perayaan non-liturginya.” Semoga terlaksana. Soter@bdtoro

Penulis:

rm toro
RD. Ag Dwiyantoro
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s